Waspada 5 Modus Penipuan Digital Menjelang Lebaran!

Waspada Modus Penipuan Digital Menjelang Lebaran

Daftar Isi

Modus penipuan digital semakin marak menjelang Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai layanan online. 

Selama Ramadan, transaksi digital seperti belanja online, transfer THR, pembayaran zakat, hingga pemesanan tiket mudik mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai bentuk penipuan online.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menunjukkan bahwa dalam 10 hari pertama Ramadan tercatat 13.130 laporan penipuan dengan 22.593 rekening terlapor. Angka ini meningkat dibanding periode sebelum Ramadan maupun tahun sebelumnya.

Karena itu, masyarakat wajib mengetahui berbagai modus penipuan digital yang sering muncul serta cara untuk menghindarinya. 

Mengapa Penipuan Digital Meningkat Menjelang Lebaran?

Menjelang Lebaran, aktivitas digital masyarakat biasanya meningkat signifikan. 

Mulai dari:

  • Belanja online
  • Transfer uang
  • Pembayaran zakat
  • Pemesanan tiket mudik 

Hampir semuanya dilakukan melalui platform digital. Lonjakan transaksi ini membuka lebih banyak peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan digital.

Selain itu, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) juga membuat perputaran uang dalam sistem digital meningkat. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk menargetkan korban melalui pesan phishing, promo palsu, atau permintaan kode verifikasi.

Ada pula penipu yang memanfaatkan faktor psikologis. Selama Ramadan, masyarakat cenderung lebih dermawan dan responsif terhadap penawaran bantuan, donasi, atau promo spesial. Sayangnya, hal ini sering dimanfaatkan oleh penipu melalui teknik social engineering untuk memanipulasi korban.

Di sisi lain, tingkat literasi keamanan digital masih belum merata. Banyak pengguna internet yang belum sepenuhnya memahami ciri-ciri phishing, OTP scam, atau tanda-tanda penipuan online lainnya, sehingga risiko menjadi korban penipuan digital pun meningkat.

5 Modus Penipuan Digital yang Sering Terjadi Menjelang Lebaran

Modus Penipuan Digital yang Sering Terjadi Menjelang Lebaran

Penipuan digital umumnya memanfaatkan teknik social engineering, yaitu manipulasi psikologis untuk membuat korban memberikan data pribadi, kode OTP, atau melakukan transfer uang tanpa sadar. 

Berikut beberapa modus penipuan digital penipuan digital saat Ramadan dan menjelang Lebaran:

1. Phishing Mengatasnamakan Bank atau Marketplace

Phishing merupakan salah satu modus penipuan digital yang paling umum terjadi. Pelaku biasanya mengirimkan email, SMS, atau pesan WhatsApp yang mengatasnamakan bank, layanan pembayaran, atau platform e-commerce.

Pesan tersebut biasanya berisi pemberitahuan bahwa akun korban mengalami masalah, membutuhkan verifikasi data, atau menawarkan promo tertentu. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan yang mengarah ke website login palsu yang tampak menyerupai situs resmi.

Ketika korban memasukkan username, password, atau data kartu, informasi tersebut langsung dicuri oleh pelaku. Data yang berhasil diperoleh dapat digunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan transaksi ilegal.

Agar terhindar dari phishing, sebaiknya selalu lakukan hal berikut: 

  • Periksa alamat domain website sebelum login
  • Hindari mengklik tautan dari pesan mencurigakan
  • Akses layanan bank atau marketplace hanya melalui aplikasi resmi

2. Penipuan Kurir Paket atau Resi Pengiriman

Contoh penipuan digital yang sering muncul menjelang Lebaran adalah penipuan kurir paket. Pelaku biasanya mengirim pesan melalui WhatsApp atau SMS yang mengaku berasal dari jasa pengiriman.

Isi pesan biasanya menyatakan bahwa paket korban tertahan karena alamat tidak lengkap atau membutuhkan konfirmasi pengiriman. Pesan tersebut sering menyertakan tautan atau file yang harus dibuka korban untuk melakukan verifikasi.

Dalam beberapa kasus, file yang dikirim berupa file APK berbahaya yang dapat memasang malware pada perangkat korban. Malware ini kemudian digunakan untuk mencuri data pribadi, mengakses SMS, bahkan mengambil kode OTP.

Ada juga modus yang meminta korban memberikan kode OTP dengan alasan verifikasi pengiriman. Jika kode tersebut diberikan, pelaku dapat mengakses akun keuangan korban.

3. Promo Ramadan atau Diskon Lebaran Palsu

Menjelang Idul Fitri, berbagai e-commerce dan brand berlomba menawarkan promo besar-besaran. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dengan membuat promo Ramadan atau diskon Lebaran palsu.

Penipu biasanya menyebarkan informasi tentang flash sale, cashback tinggi, atau diskon besar melalui media sosial, pesan singkat, atau iklan online. Tautan yang dibagikan akan mengarahkan korban ke website palsu yang tampak seperti toko online resmi.

Korban kemudian diminta melakukan pembayaran untuk produk tertentu. Setelah pembayaran dilakukan, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim dan pelaku menghilang.

Otoritas Jasa Keuangan juga mencatat bahwa promo palsu merupakan salah satu modus penipuan yang sering muncul selama periode Ramadan ketika aktivitas belanja online meningkat.

4. Permintaan OTP atau Kode Verifikasi

OTP atau One-Time Password merupakan kode keamanan yang digunakan untuk proses login atau konfirmasi transaksi. Namun, kode ini sering menjadi target dalam berbagai modus penipuan digital.

Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon, SMS, atau WhatsApp dengan mengaku sebagai petugas bank, kurir, atau customer service dari suatu layanan digital. Mereka kemudian meminta korban memberikan kode OTP dengan berbagai alasan, seperti verifikasi akun atau konfirmasi transaksi.

Jika korban memberikan kode tersebut, pelaku dapat langsung mengakses akun korban dan melakukan transaksi tanpa izin. Penyalahgunaan OTP menjadi salah satu modus penipuan yang paling sering terjadi dalam kasus scam digital.

Karena itu, penting untuk diingat bahwa kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi.

5. Penipuan Donasi atau Zakat Online

Momentum Ramadan yang identik dengan kegiatan berbagi juga dimanfaatkan oleh pelaku penipuan digital melalui donasi atau zakat online palsu.

Pelaku biasanya menyebarkan informasi tentang penggalangan dana untuk korban bencana, bantuan sosial, atau program zakat melalui media sosial dan pesan berantai. Mereka sering menggunakan cerita yang menyentuh emosi agar calon korban segera melakukan donasi.

Ciri yang sering ditemukan pada modus ini adalah:

  • Menggunakan nomor rekening pribadi
  • Tidak adanya lembaga resmi yang terverifikasi
  • Minimnya informasi transparansi pengelolaan dana

Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat melakukan donasi online. Pastikan donasi dilakukan melalui lembaga resmi atau platform terpercaya agar bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Tips Aman dari Penipuan Digital Saat Lebaran

Meningkatnya aktivitas transaksi online selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. 

Berikut beberapa cara menghindari penipuan online saat beraktivitas di dunia digital:

1. Jangan pernah membagikan kode OTP

Kode OTP bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk proses verifikasi login atau transaksi. 

Saat menjelang Lebaran, banyak orang melakukan transfer THR atau transaksi melalui mobile banking dan dompet digital. Pastikan kode OTP tidak dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank atau layanan pelanggan.

2. Periksa alamat website sebelum login

Jika Anda ingin mengakses layanan seperti internet banking, marketplace untuk belanja kebutuhan Lebaran, atau platform pemesanan tiket mudik, pastikan Anda membuka website resmi atau menggunakan aplikasi resmi. 

Hindari login melalui tautan yang dikirim lewat SMS atau WhatsApp karena bisa mengarah ke situs phishing.

3. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)

Gunakan fitur two-factor authentication (2FA) pada akun penting seperti email, marketplace, mobile banking, dan dompet digital. Lapisan keamanan tambahan ini membantu mencegah pengambilalihan akun, terutama saat aktivitas transaksi meningkat menjelang Lebaran.

4. Verifikasi informasi promo melalui kanal resmi

Jika menerima pesan tentang promo Ramadan, diskon Lebaran, cashback belanja, atau promo tiket mudik, lakukan pengecekan terlebih dahulu melalui website resmi, aplikasi resmi, atau akun media sosial terverifikasi dari brand atau platform tersebut.

5. Hindari klik tautan dari pesan tak dikenal

Banyak modus penipuan digital dimulai dari tautan mencurigakan yang dikirim melalui SMS, WhatsApp, atau media sosial. Jika menerima pesan tentang paket, promo, atau verifikasi akun dari nomor tidak dikenal, sebaiknya abaikan dan lakukan pengecekan langsung melalui layanan resmi.

Dengan meningkatkan kesadaran keamanan digital (cybersecurity awareness), masyarakat dapat tetap bertransaksi online dengan lebih aman selama Ramadan dan menjelang Lebaran tanpa khawatir menjadi korban penipuan digital.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Menjadi Korban Penipuan Digital?

Jika Anda menyadari telah menjadi korban modus penipuan digital, segera ambil langkah cepat di bawah ini guna meminimalkan kerugian finansial maupun risiko penyalahgunaan data.

1. Hubungi Bank dan layanan terkait

Segera menghubungi bank, penyedia dompet digital, atau layanan terkait untuk melaporkan kejadian dan meminta pemblokiran sementara pada akun atau transaksi mencurigakan. 

2. Ganti Password 

Jika data login telah terlanjur diberikan, segera ganti password akun dan aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor.

3. Blokir Rekening

Selanjutnya, lakukan pemblokiran kartu atau rekening jika terdapat indikasi penyalahgunaan dana. Jangan lupa untuk menyimpan bukti transaksi, tangkapan layar percakapan, atau nomor rekening pelaku sebagai bahan laporan.

4. Laporkan ke pihak berwenang

Korban juga dapat melaporkan kasus penipuan digital ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia Anti-Scam Center (IASC), atau kepolisian siber agar kasus dapat ditindaklanjuti dan mencegah korban lainnya.

Meningkatkan Kesadaran tentang Cybersecurity Bersama DSG

Selama Ramadan dan Idul Fitri, aktivitas transaksi digital seperti belanja online, pengiriman THR, pembayaran zakat, hingga pemesanan tiket mudik biasanya meningkat secara signifikan. 

Kondisi ini pun dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan digital, mulai dari phishing yang mengatasnamakan bank atau marketplace, penipuan kurir paket, promo Lebaran palsu, permintaan kode OTP, hingga donasi online tidak resmi.

Bagi organisasi maupun perusahaan, meningkatkan kesadaran keamanan siber (cybersecurity awareness) juga menjadi langkah penting untuk mencegah serangan berbasis social engineering yang sering menargetkan karyawan. 

Jika organisasi Anda ingin memperkuat perlindungan sistem dan data bisnis, DSG  menyediakan berbagai layanan cybersecurity seperti penetration testing, vulnerability assessment, hingga cybersecurity training untuk membantu mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber secara proaktif.

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.

Picture of Nadia Kamila

Nadia Kamila

Hi, I'm Nadia Lidzikri Kamila, an SEO Content Writer specializing in cybersecurity and digital security. Focused on creating well-researched content on malware, ransomware, antivirus solutions, and data protection to help users stay safe in the digital world.