Kasus love scamming yang menyeret Fabiola Elizabeth mantan istri Reza Smash mencuat setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka pada awal Juni 2026.
Modus ini bermula ketika pelaku mendekati korban melalui media sosial menggunakan identitas palsu lalu membangun hubungan asmara fiktif. Setelah korban terikat secara emosional, pelaku mulai melancarkan berbagai alasan untuk mendapatkan uang dari korban.
Dengan alasan pinjaman darurat hingga ajakan investasi, korban yang percaya pun mentransfer uang tanpa sadar bahwa ia sedang ditipu.
Kasus penipuan daring ini memanfaatkan teknik manipulasi psikologis atau social engineering. Di dunia kerja, banyak modus seperti ini yang memanfaatkan kelalaian karyawan untuk meretas dan memeras perusahaan.
Bagaimana cara melindungi diri, aset, maupun perusahaan dari ancaman manipulasi digital ini? s
7 Cara Terhindar dari Penipuan Daring
Para pelaku kejahatan siber kini tak lagi menghabiskan waktu dan energi untuk meretas sistem barikade teknologi yang mahal dan berlapis. Mereka beralih menggunakan social engineering atau meretas psikologis manusia yang dinilai jauh lebih mudah dimanipulasi.
Menurut tim ahli keamanan siber Digital Solusi Grup (DSG), 80% kasus kebocoran data berawal dari faktor kelalaian manusia. Fenomena peretasan manusia ini memanfaatkan emosi seperti rasa takut, kepanikan, rasa bersalah, hingga ketertarikan asmara untuk memperdaya korban.
Berdasarkan pengalaman tim DSG di lapangan, secanggih apa pun sistem keamanannya akan langsung runtuh jika individu di dalamnya berhasil dikelabui.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, berikut adalah 7 langkah yang perlu diterapkan baik agar terhindar dari penipuan daring.
1. Waspadai Pola Urgency
Pola urgency adalah taktik penipu untuk memaksa Anda mengambil keputusan secara terburu-buru dengan cara memanipulasi emosi Anda.
Contohnya seperti ancaman bahwa rekening bank Anda akan diblokir dalam lima menit jika tidak mengklik sebuah tautan. Bisa juga dengan menawarkan hadiah, menang undian, atau keuntungan finansial besar yang tidak masuk akal.
Jika ada pesan yang menyuruh Anda segera melakukan sesuatu baik karena ancaman maupun iming-iming hadiah, sebaiknya jangan direspon. Pesan tersebut adalah trik pelaku untuk memanipulasi psikologis korbannya.
2. Lakukan Verifikasi Identitas Secara Mendalam
Verifikasi identitas artinya melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa orang yang menghubungi Anda di internet adalah orang asli, bukan akun palsu. Penipu daring sering kali menyamar menjadi rekan kerja, atasan, atau bahkan mitra bisnis. Untuk memastikannya, Anda bisa memanfaatkan aplikasi berikut:
- Aplikasi pelacak nomor telepon seperti Getcontact untuk melihat bagaimana nomor tersebut dinamai oleh orang lain.
- Penelusuran gambar terbalik (reverse image search) untuk memeriksa apakah foto profil yang mereka gunakan diambil secara ilegal dari internet atau milik orang lain.
3. Proteksi Ketat Data Pribadi dan Dokumen Perusahaan
Proteksi data berarti menjaga kerahasiaan informasi penting agar tidak jatuh ke tangan orang jahat. Jangan pernah membagikan informasi sensitif ini ke publik:
- Nomor identitas resmi (NIK/KTP) dan alamat rumah.
- Kredensial akun kerja (username dan password email kantor).
- Kode keamanan rahasia seperti One-Time Password atau OTP.
4. Skrining Tautan dan Lampiran Asing
Skrining adalah tindakan memeriksa secara jeli setiap alamat web atau file sebelum Anda membukanya. Hal ini bertujuan untuk menghindari phishing.
Sebelum mengklik sebuah tautan atau mengunduh lampiran email, periksa kembali karakter alamat pengirim secara detail. Satu klik pada laman phishing bisa membuat pelaku kejahatan siber masuk ke perangkat Anda.
5. Aktifkan Multi-Factor Authentication di Semua Sektor
Multi-Factor Authentication atau MFA adalah sistem keamanan berlapis yang mengharuskan pengguna memasukkan dua atau lebih bukti identitas sebelum bisa masuk ke dalam akun.
Dengan MFA, meski penipu berhasil mencuri kata sandi, mereka tetap tidak bisa masuk atau menjebol akun Anda. Sistem ini akan meminta kode verifikasi tambahan yang hanya dikirimkan ke perangkat pribadi Anda.
6. Pastikan Hanya Melakukan Transaksi Melalui Sistem Resmi
Disiplin bertransaksi berarti Anda hanya melakukan aktivitas pembayaran di dalam ekosistem platform yang sudah terverifikasi aman atau langsung ke rekening resmi berbadan hukum.
Banyak kasus kerugian finansial besar terjadi karena korban bersedia melakukan transaksi keuangan di luar sistem atas permintaan pelaku.
Saat mengurus pengadaan barang bisnis maupun belanja pribadi, pastikan aturan berikut diterapkan:
- Wajib Rekening Perusahaan: Saat melakukan transfer dana, pastikan nama rekening tujuan adalah nama resmi perusahaan vendor (contoh: PT atau CV), bukan nama rekening pribadi milik sales, agen, atau pihak ketiga lainnya.
- Gunakan Rekening Penampung (Escrow): Jika bertransaksi lewat platform marketplace, selesaikan pembayaran di dalam sistem aplikasi dan hindari ajakan penipu untuk bertransaksi di luar platform dengan alasan diskon atau hemat biaya admin.
Menyetujui transfer dana langsung ke rekening pribadi dengan alasan apa pun adalah celah penipuan yang fatal dan sulit untuk dipertanggungjawabkan secara hukum.
7. Terapkan Kerangka Berpikir Zero Trust
Zero Trust adalah sebuah cara pandang di mana Anda tidak boleh langsung percaya pada interaksi digital apa pun sebelum berhasil memeriksa kebenarannya secara sah.
Kerangka berpikir ini menuntut Anda untuk selalu curiga dan waspada. Contohnya ketika menerima email yang tidak biasa dari atasan Anda sendiri atau permintaan transfer dana darurat dari rekan kerja.
Selalu lakukan konfirmasi ulang melalui saluran komunikasi telepon atau tatap muka langsung sebelum menyetujui tindakan tersebut.
Mengapa Perusahaan Anda Wajib Waspada Terhadap Penipuan Daring?
Banyak pemilik bisnis atau jajaran manajemen menganggap bahwa ancaman kejahatan siber hanya berkutat pada serangan teknis berskala besar.
Padahal berdasarkan pengamatan tim keamanan siber Digital Solusi Grup, penipuan daring yang menargetkan individu karyawan justru memiliki efek domino yang jauh lebih merusak bagi korporasi.
Karyawan yang tidak memiliki kesadaran siber yang matang adalah pintu masuk paling rapuh bagi penjahat siber untuk menginfiltrasi organisasi dari dalam.
Salah satu ancaman yang kini kian marak terjadi adalah pemerasan digital atau blackmail dan extortion. Skenario ini umumnya memiliki pola peretasan sebagai berikut:
- Kelalaian Personal: Karyawan menjadi korban manipulasi psikologis dalam kasus penipuan asmara (love scam) atau investasi bodong di ranah pribadi.
- Eksploitasi Kepanikan: Ketika korban sudah terjerat dan terpojok, pelaku penipuan daring mulai mengancam akan menyebarkan aib atau rahasia pribadi mereka ke lingkungan kerja.
- Kompromi Aset Perusahaan: Pelaku memaksa karyawan tersebut menyerahkan hak akses, kredensial log-in, atau dokumen sensitif internal milik perusahaan sebagai uang tebusan agar aibnya tidak disebar.
Efek domino ini tidak hanya berhenti pada kerugian finansial sesaat, tetapi juga membawa risiko hukum dan kepatuhan bagi perusahaan.
Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia saat ini, seperti UU ITE serta pedoman kepatuhan dari BSSN, setiap organisasi wajib menjaga dan melindungi data publik atau data konsumen yang mereka kelola.
Jika terjadi kebocoran data akibat kelalaian internal, maka perusahaan terancam menghadapi sanksi hukum yang berat. Belum lagi denda yang besar hingga hancurnya reputasi bisnis yang telah dibangun bertahun-tahun.
Lindungi Aset Bisnis Anda Bersama DSG
Sistem keamanan siber tercanggih dan termahal sekalipun akan menjadi tidak berguna jika orang yang mengoperasikannya dapat dikelabui dengan mudah.
Jangan biarkan karyawan Anda menghadapi ancaman penipuan daring dan manipulasi psikologis tanpa mendapatkan pembekalan yang matang.
Oleh karena itu perlu mengubah pola pikir dan meningkatkan kewaspadaan staf di seluruh lini organisasi. Tujuannya untuk memastikan data sensitif serta reputasi perusahaan Anda tetap aman.
Sebagai mitra terpercaya dalam transformasi teknologi dan keamanan siber, PT Digital Solusi Grup (DSG) hadir memberikan jawaban atas tantangan ini.
Kami menyediakan program pelatihan komprehensif yang dirancang khusus untuk membangun kesadaran siber yang kuat bagi seluruh jajaran tim di perusahaan Anda.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori yang kaku, melainkan menggunakan pendekatan praktis yang interaktif dan mudah dipahami oleh karyawan dari berbagai latar belakang divisi kerja.
Melalui program Cyber Security Training, tim Anda akan dibekali dengan:
- Simulasi Serangan Riil: Menghadapi metode phishing tiruan dan taktik manipulasi psikologis terbaru di bawah pengawasan ahli.
- Kurikulum Fleksibel: Materi pelatihan yang dapat disesuaikan sepenuhnya agar sejalan dengan kebutuhan kepatuhan regulasi bisnis Anda, baik untuk memenuhi standar ISO 27001 maupun aturan dari Badan Siber dan Sandi Negara.
Jangan tunggu sampai kelalaian internal merugikan operasional bisnis Anda.
Segera ambil langkah preventif dan hubungi tim ahli kami untuk menjadwalkan program pelatihan kesadaran siber terbaik bagi perusahaan Anda sekarang.



















