11 Cara Membuat Kata Sandi yang Aman, Bukan Tanggal Lahir

Cara membuat kata sandi yang aman

Daftar Isi

Apakah Anda masih menggunakan tanggal lahir, tanggal anniversary, atau nama pasangan sebagai kata sandi? Banyak orang juga menggunakan hal yang semisal untuk kata sandi karena mudah diingat dan tidak perlu dicatat.

Sayangnya, informasi pribadi seperti tanggal lahir atau nama orang terdekat bisa ditemukan dengan mudah melalui media sosial maupun jejak digital lainnya. Hal ini membuat pelaku kejahatan siber memiliki petunjuk awal untuk menebak kata sandi Anda.

Maka, mari pelajari bagaimana cara membuat kata sandi yang aman  untuk melindungi akun pribadi maupun akun kerja. Berikut beberapa cara membuat password yang kuat dan lebih aman agar tidak mudah diretas. 

11 Cara Membuat Kata Sandi yang Kuat dan Aman

Membuat kata sandi yang aman tidak selalu harus rumit atau sulit diingat. Berdasarkan riset dan pengalaman di bidang keamanan digital, DSG merumuskan beberapa strategi praktis yang dikembangkan dari standar utama NIST SP 800-63B berikut: 

Baca Juga : NIST Rekomendasikan Aturan Baru untuk Keamanan Password

1. Gunakan Minimal 12 Karakter

Pernah memperhatikan kalau sebagian besar media sosial, email, m-banking, atau aplikasi lainnya meminta Anda membuat kata sandi minimal 8 karakter? 

Batas tersebut dibuat karena kata sandi yang terlalu pendek lebih mudah dipecahkan menggunakan serangan brute force

Meski 8 karakter adalah bare minimum, sebaiknya Anda tetap menggunakan kata sandi dengan 12 karakter. Password yang panjang akan membuat kemungkinan kombinasi meningkat sehingga proses pembobolan menjadi jauh lebih sulit. 

2. Kombinasikan Huruf Besar, Huruf Kecil, Angka, dan Simbol

Semakin beragam karakter yang digunakan, semakin sulit pula kata sandi bisa ditebak baik oleh manusia maupun perangkat otomatis. 

Apa saja yang bisa dimasukkan dalam kata sandi?

  • Huruf besar dan huruf kecil
  • Angka
  • Simbol seperti !, @, #, atau %

Pastikan untuk mengkombinasikan karakter ini dengan kata yang unik dan panjang agar tidak mudah diretas. 

3. Hindari Informasi Pribadi

Jangan menggunakan informasi atau data pribadi sebagai kata sandi. Terutama password untuk m-banking, e-wallet, dan platform sensitif lainnya. Hindari menggunakan informasi seperti:

  • Tanggal lahir
  • Nama pasangan atau anak
  • Nomor telepon
  • Nama perusahaan
  • Alamat rumah

Informasi pribadi di atas dapat ditemukan dengan melalui media sosial atau jejak digital lainnya.

Baca Juga : Data Pribadi Bocor? Ini 5 Langkah yang Harus Segera Dilakukan!

4. Buat Kata Sandi yang Unik untuk Setiap Akun

Dalam keseharian bisa jadi kita memiliki banyak akun mulai dari media sosial, akun di HP, email, e-wallet, dan lainnya yang terproteksi oleh sandi. Daripada membuat banyak sandi dan lupa, kebanyakan orang memilih untuk menyamakan sandi mereka.

Menggunakan satu kata sandi untuk semua akun memang praktis, tetapi memiliki risiko yang cukup berbahaya. Jika satu akunmu berhasil diretas, maka pelaku dapat mencoba kata sandi yang sama pada email, media sosial, hingga akun perbankan. 

Teknik ini dikenal sebagai credential stuffing dan masih menjadi salah satu metode serangan yang paling sering digunakan.

Karena itu, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting. Misalnya, pisahkan kata sandi untuk email, m-banking, media sosial, aplikasi kerja, dan layanan cloud. Dengan begitu, jika terjadi kebocoran pada satu akun tidak langsung membuka akses ke akun Anda yang lain.

5. Gunakan Metode Passphrase

Jika Anda kesulitan mengingat kata sandi yang panjang, cobalah untuk menggunakan passphrase. Passphrase adalah gabungan beberapa kata acak yang tidak saling berkaitan sehingga lebih mudah diingat, tetapi tetap sulit ditebak.

Misalnya, pilih tiga atau empat kata yang tidak memiliki hubungan dengan identitas Anda, lalu tambahkan angka atau simbol bila diperlukan. Jangan menggunakan nama orang, nama tempat, atau informasi yang pernah dibagikan di media sosial. 

6. Gunakan Teknik Substitusi Karakter

Teknik substitusi karakter dilakukan dengan mengganti sebagian huruf menggunakan angka atau simbol untuk menambah variasi karakter. Misalnya, huruf A diganti menjadi @ atau angka 4, sedangkan huruf I diganti menjadi angka 1.

Namun, teknik ini sebaiknya tetap dikombinasikan dengan cara membuat kata sandi yang lainnya. Mengapa? Karena banyak alat pembobol kata sandi yang mengenali pola substitusi yang umum digunakan. 

Agar lebih aman, kombinasikan substitusi karakter dengan kata sandi yang panjang, unik, dan tidak mengandung informasi pribadi.

7. Manfaatkan Password Manager

Bagaimana jika memiliki kata sandi yang cukup banyak dan tidak hafal satu per satu?

Anda bisa menggunakan layanan Password Manager untuk mengingat kata sandi yang berbeda untuk masing masing layanan. Password manager menyimpan seluruh kata sandi dalam bentuk terenkripsi sehingga Anda hanya perlu mengingat satu master password saja. 

Selain itu, sebagian besar password manager juga dapat membuat kata sandi yang kuat secara otomatis dan membantu mengisi kata sandi saat login. Cara ini mengurangi kebiasaan untuk menggunakan kata sandi yang sama di berbagai akun.

8. Gunakan Generator Kata Sandi Acak

Tidak semua orang mampu membuat kata sandi yang kuat dan acak. Oleh karena itu Anda bisa memanfaatkan generator kata sandi yang tersedia di browser, password manager, atau layanan tepercaya lainnya.

Generator akan membuat kombinasi huruf, angka, dan simbol secara acak yang lebih sulit ditebak dibandingkan kata sandi yang dibuat sendiri. Anda bisa menggunakan cara ini untuk membuat kata sandi Google, Facebook, email kerja, maupun akun penting lainnya, terutama jika dipadukan dengan password manager.

9. Cek Kekuatan Kata Sandi Sebelum Digunakan

Sebelum menyimpan kata sandi baru, periksa dulu tingkat keamanannya. Anda bisa memanfaatkan layanan password manager atau website gratis yang dapat memberikan evaluasi secara otomatis.

Pastikan kata sandi tidak terlalu pendek, tidak menggunakan pola yang mudah ditebak, dan tidak pernah muncul dalam kebocoran data sebelumnya. 

10. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor 

Kata sandi yang kuat tetap memiliki risiko jika sampai bocor. Karena itu, aktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA sebagai lapisan keamanan tambahan.

Baca Juga : Apa itu Two Factor Authentication (2FA)? Perlu atau Tidak?

Dengan 2FA, pengguna harus memasukkan kode verifikasi dari aplikasi autentikator, SMS, atau perangkat yang telah didaftarkan setelah memasukkan kata sandi. 

Artinya, meskipun seseorang mengetahui kata sandi Anda, mereka tetap tidak dapat masuk tanpa faktor verifikasi kedua. Kombinasi kata sandi yang kuat dan 2FA menjadi salah satu cara paling efektif untuk melindungi akun.

11. Ganti Kata Sandi Jika Diperlukan

Pastikan untuk mengganti kata sandi, terutama setelah terjadi kebocoran data, aktivitas login yang mencurigakan, atau ketika kata sandi diketahui oleh orang lain. 

Untuk akun penting seperti email perusahaan, layanan cloud, dan m-banking, pastikan Anda segera membuat kata sandi baru jika muncul indikasi tersebut.

Contoh Kata Sandi yang Benar vs yang Salah 

Berikut adalah gambaran contoh cara membuat kata sandi yang kuat dengan kata sandi yang lemah dan beresiko mudah dibobol

cara membuat kata sandi yang kuat vs yang lemah

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Membuat Kata Sandi

Agar akun Anda tidak mudah untuk diretas, tinggalkan beberapa kebiasaanberikut

1. Menggunakan kata sandi yang sama pada banyak akun

Jika satu layanan mengalami kebocoran data, bisa jadi seluruh akun lain yang memakai kata sandi serupa ikut berisiko diambil alih.

2. Menyimpan kata sandi pada catatan terbuka, dokumen biasa, atau aplikasi yang tidak memiliki enkripsi

Cara penyimpanan ini memudahkan orang lain untuk memperoleh akses tanpa izin.

3. Menggunakan pola keyboard seperti qwerty, asdfgh, atau 12345

Pola tersebut termasuk kombinasi pertama yang akan dicoba oleh pelaku kejahatan siber maupun perangkat otomatis.

Baca Juga : Strategi Bertahan dari Serangan Peretas dengan Perkuat Password

4. Membuat kata sandi terlalu pendek

Pastikan Anda membuat kata sandi dengan minimal delapan karakter sederhana memiliki jumlah kombinasi yang jauh lebih sedikit sehingga lebih mudah dipecahkan dibandingkan kata sandi 12 karakter atau lebih.

Menghindari kesalahan tersebut akan meningkatkan perlindungan terhadap akun pribadi sekaligus membantu menjaga keamanan sistem perusahaan.

Jangan Biarkan Kata Sandi Lemah Menjadi Celah Serangan Siber 

Cara membuat kata sandi yang kuat memang tanggung jawab dari setiap individu. Namun, di lingkungan kantor, satu kata sandi yang lemah sudah cukup untuk membuka celah bagi pelaku kejahatan siber. 

Dari satu akun yang berhasil diambil alih, penyerang bisa mencoba mengakses email perusahaan, layanan cloud, hingga sistem internal yang menyimpan data penting.

Karena itu, perusahaan juga perlu memiliki kebijakan password yang jelas, mulai dari standar pembuatan kata sandi, penggunaan password manager, penerapan autentikasi dua faktor, hingga prosedur penanganan ketika terjadi dugaan kebocoran akun. 

Kebijakan tersebut akan lebih efektif jika didukung pelatihan keamanan siber secara berkala agar seluruh karyawan memahami risiko sekaligus mampu menerapkan praktik terbaik dalam pekerjaan sehari hari.

Jika perusahaan Anda ingin mengevaluasi kesiapan kebijakan password sekaligus meningkatkan kesadaran keamanan siber karyawan, layanan Cyber Security Training dari Digital Solusi Grup (DSG) bisa menjadi langkah awal yang tepat. 

Melalui program pelatihan DSG, kami akan membantu membangun budaya keamanan yang lebih kuat sehingga setiap karyawan memahami perannya dalam melindungi aset digital perusahaan.

Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, edukasi karyawan, dan dukungan teknologi yang memadai, perusahaan dapat membangun pertahanan keamanan siber yang lebih kuat. Karena pada akhirnya, menjaga keamanan data bukan hanya tanggung jawab tim IT, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja seluruh organisasi. 

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.

Picture of Nadia Kamila

Nadia Kamila

Hi, I'm Nadia Lidzikri Kamila, an SEO Content Writer specializing in cybersecurity and digital security. Focused on creating well-researched content on malware, ransomware, antivirus solutions, and data protection to help users stay safe in the digital world.