Semakin banyak perangkat dan aplikasi yang terhubung, semakin banyak pula trafik yang perlu diawasi dalam jaringan perusahaan. Pengelolaannya bisa semakin rumit ketika perusahaan memiliki banyak pengguna atau beberapa lokasi.
Sebagai next-generation firewall (NGFW), Ruijie memiliki berbagai fitur untuk membantu perusahaan menjaga keamanan dan mengelola jaringan. Berikut beberapa fitur Ruijie Firewall yang menarik untuk Anda kenali.
Fitur Ruijie Firewall untuk Melindungi Jaringan Perusahaan
Setiap perusahaan dapat memiliki kebutuhan firewall yang berbeda, tergantung jumlah pengguna, aplikasi, trafik, hingga lokasi yang terhubung. Dalam implementasinya, faktor tersebut perlu diperhatikan agar fitur keamanan yang digunakan sesuai dengan kondisi jaringan.
Berikut tujuh fitur Ruijie Firewall yang berfungsi untuk melindungi jaringan perusahaan:
1. Perlindungan Keamanan yang Terintegrasi
Ruijie Firewall menggabungkan beberapa fungsi keamanan untuk membantu melindungi trafik jaringan dalam satu perangkat. Kemampuan tersebut mencakup:
- Intrusion Prevention System (IPS) untuk mendeteksi aktivitas yang mencoba mengeksploitasi kerentanan dan mengambil tindakan sesuai security policy.
- Antivirus untuk memeriksa trafik dan mendeteksi file atau konten berbahaya yang berpotensi membawa malware.
- Application identification untuk mengenali trafik berdasarkan aplikasi sehingga akses dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna atau divisi.
- URL filtering untuk mengendalikan akses ke kategori situs tertentu, termasuk situs berisiko atau yang tidak sesuai kebijakan perusahaan.
- Threat intelligence untuk membantu mengenali sumber, pola, dan indikator ancaman yang telah teridentifikasi.
Sebagian fungsi keamanan tersebut memerlukan lisensi dan pembaruan signature library. Anda perlu menyesuaikan paket lisensi dengan model perangkat dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan.
Baca Juga : 9 Fungsi Firewall Pada Jaringan Komputer Agar Bisnis Aman
2. Intelligent Policy Manager
Aturan firewall biasanya bertambah seiring perubahan kebutuhan jaringan. Policy lama yang sudah tidak relevan atau saling tumpang tindih dapat memicu konflik, membuka celah keamanan, hingga mengganggu akses pengguna.
Intelligent Policy Manager membantu Anda mengevaluasi kondisi jaringan sebelum menentukan policy. Fitur ini menggunakan port scanning untuk mengidentifikasi port dan layanan yang aktif. Sementara itu, traffic learning mempelajari komunikasi antara sumber, tujuan, layanan, dan aplikasi di dalam jaringan.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan akses yang memang diperlukan. Anda dapat menyusun policy berdasarkan pola trafik yang ditemukan, sehingga aturan yang diterapkan lebih sesuai dengan kebutuhan jaringan dan tidak memberikan akses secara berlebihan.
3. Policy Simulation Lab
Kebutuhan akses dalam jaringan dapat berubah ketika ada pengguna, aplikasi, atau layanan baru. Kondisi tersebut terkadang mengharuskan Anda menambah atau menyesuaikan security policy agar akses tetap sesuai kebutuhan.
Perubahan policy tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Aturan yang kurang tepat bisa mengganggu akses pengguna, menghambat aplikasi bisnis, atau membuka akses yang seharusnya dibatasi. Policy Simulation Lab membantu Anda mengantisipasi masalah tersebut dengan menguji policy sebelum diterapkan pada jaringan aktif.
Melalui simulasi, Anda dapat melihat dampak perubahan aturan terhadap akses dan aliran trafik, termasuk mengecek policy yang tumpang tindih atau terlalu longgar. Konfigurasi pun dapat diperbaiki sebelum deployment sehingga perubahan policy lebih aman diterapkan pada jaringan.
4. Pengelolaan Berbasis Cloud
Perusahaan dengan beberapa kantor atau cabang biasanya memiliki perangkat jaringan yang tersebar di lokasi berbeda. Saat muncul alarm atau perubahan kondisi jaringan di salah satu lokasi, Anda tentu perlu mengetahui apa yang terjadi tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan langsung.
Ruijie Firewall mendukung pengelolaan berbasis cloud melalui platform Ruijie dan aplikasi Ruijie Reyee. Melalui sistem terpusat, Anda dapat memantau status perangkat, interface, alarm, dan kondisi jaringan dari jarak jauh.
Akses tersebut memudahkan pemeriksaan awal ketika ada kondisi yang membutuhkan perhatian. Tim dapat melihat informasi perangkat terlebih dahulu sebelum menentukan apakah masalah bisa ditangani dari jarak jauh atau membutuhkan pemeriksaan langsung di lokasi.
Pengelolaan melalui cloud tetap perlu disertai pengaturan akun administrator, hak akses, dan autentikasi yang tepat. Ketersediaan fitur juga dapat menyesuaikan versi firmware yang digunakan.
5. Intelligent Diagnostic Center
Saat terjadi gangguan jaringan, tim IT perlu mencari tahu bagian mana yang bermasalah sebelum melakukan penanganan. Pemeriksaan bisa melibatkan interface, konfigurasi, koneksi internet, routing, hingga perangkat yang terhubung.
Ruijie menyediakan Intelligent Diagnostic Center untuk mempermudah proses diagnosis tersebut. Fitur ini memeriksa kondisi perangkat dan jaringan, kemudian memberikan informasi mengenai kemungkinan sumber gangguan yang teridentifikasi.
Informasi diagnostik tersebut membuat proses troubleshooting lebih terarah karena tim IT sudah memiliki gambaran bagian yang perlu diperiksa lebih lanjut. Hasilnya tetap perlu dikonfirmasi melalui log, policy, topologi, atau perangkat terkait sebelum perubahan konfigurasi dilakukan.
Baca Juga : 7 Fungsi Firewall pada Keberlangsungan Bisnis
6. Kapasitas yang Dapat Ditingkatkan Sesuai Kebutuhan
Menentukan kapasitas firewall sejak awal tidak selalu mudah. Anda bisa memilih perangkat berdasarkan kondisi jaringan saat ini, tetapi kebutuhan beberapa tahun ke depan belum tentu dapat diperkirakan dengan tepat. Mengganti perangkat ketika kapasitas mulai tidak mencukupi juga berarti ada biaya dan proses implementasi baru.
Ruijie Z Series Firewall menawarkan opsi peningkatan performa melalui lisensi pada model yang mendukung. Kapasitas tertentu dapat ditingkatkan tanpa harus langsung mengganti perangkat firewall dengan unit baru.
Kebutuhan upgrade dapat dilihat dari beberapa aspek jaringan, seperti:
- volume trafik yang melewati firewall
- jumlah sesi atau koneksi yang berjalan
- penggunaan koneksi VPN
- fitur keamanan yang aktif, seperti IPS, antivirus, dan application control
Faktor tersebut juga perlu diperhitungkan saat menentukan kapasitas awal. Anda bisa memilih perangkat sesuai kebutuhan saat ini sekaligus mempertimbangkan ruang peningkatan ketika jaringan berkembang.
7. Dukungan VPN dan High Availability
Perusahaan yang memiliki beberapa kantor perlu menghubungkan jaringan di setiap lokasi dengan aman. Kebutuhan akses juga bisa datang dari karyawan yang bekerja di luar kantor. Ruijie Firewall menyediakan beberapa opsi untuk mengatur koneksi tersebut sekaligus mengantisipasi gangguan pada perangkat.
- IPsec VPN dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan kantor pusat dan cabang melalui koneksi yang terenkripsi
- SSL VPN memberikan akses bagi karyawan yang perlu membuka sistem atau sumber daya internal dari luar jaringan kantor
- High Availability (HA) menggunakan dua perangkat firewall agar koneksi dapat dialihkan ketika perangkat utama mengalami gangguan
Penggunaan VPN perlu disertai pengaturan hak akses agar pengguna hanya dapat membuka sumber daya yang diperlukan. Untuk HA, konfigurasi addressing, routing, sinkronisasi policy, dan failover perlu disiapkan agar perangkat cadangan dapat mengambil alih saat dibutuhkan.
Kelebihan Ruijie Firewall untuk SMB hingga Enterprise
Kebutuhan firewall akan berbeda mengikuti skala dan kompleksitas jaringan. Ruijie Z Series menyediakan fitur yang dapat digunakan pada jaringan SMB hingga enterprise, dengan kebutuhan pengelolaan dan kapasitas yang berbeda.
Ruijie Firewall untuk SMB
Pada skala SMB, satu tim IT sering menangani beberapa kebutuhan jaringan sekaligus. Ruijie menawarkan cloud management untuk memantau perangkat secara terpusat dan Intelligent Diagnostic Center untuk mendukung pemeriksaan ketika terjadi gangguan.
Ruijie juga memberikan ruang ketika kebutuhan jaringan mulai meningkat. Pada model yang mendukung, kapasitas tertentu dapat ditingkatkan melalui lisensi sehingga Anda tidak harus langsung mengganti perangkat saat membutuhkan performa yang lebih tinggi.
Beberapa fitur Ruijie firewall yang relevan untuk SMB adalah:
- pemantauan firewall melalui cloud
- diagnosis awal ketika terjadi gangguan jaringan
- perlindungan terintegrasi seperti IPS, antivirus, dan URL filtering
- peningkatan kapasitas melalui lisensi pada model yang mendukung
Ruijie Firewall untuk Enterprise
Jaringan enterprise biasanya memiliki lebih banyak pengguna, aplikasi, lokasi, dan security policy yang harus dikelola. Intelligent Policy Manager dan Policy Simulation Lab memberi tim IT informasi trafik sekaligus ruang untuk mengecek policy sebelum perubahan diterapkan pada jaringan aktif.
Kebutuhan antarlokasi juga didukung melalui IPsec VPN, sedangkan High Availability dapat digunakan untuk menyiapkan redundansi firewall. Cloud management melengkapi kebutuhan tersebut dengan pemantauan perangkat di beberapa lokasi melalui sistem terpusat.
Kemampuan yang relevan untuk jaringan enterprise antara lain:
- pengelolaan policy pada jaringan yang lebih kompleks
- simulasi policy sebelum deployment
- pemantauan firewall di beberapa lokasi
- VPN untuk koneksi antarlokasi
- High Availability untuk redundansi perangkat
- peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan jaringan
Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Hardware Firewall dalam Bisnis
Pilih Ruijie Firewall Sesuai Kebutuhan Jaringan
Setelah melihat kebutuhan SMB dan enterprise, pemilihan firewall tetap perlu kembali pada kondisi jaringan masing-masing. Skala bisnis bisa menjadi gambaran awal, tetapi belum cukup untuk menentukan kapasitas dan lisensi yang dibutuhkan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum memilih Ruijie Firewall antara lain:
- jumlah pengguna dan perangkat yang terhubung
- volume serta pola trafik jaringan
- aplikasi bisnis yang digunakan
- jumlah lokasi dan kebutuhan akses jarak jauh
- kebutuhan IPsec VPN atau SSL VPN
- fitur keamanan yang akan diaktifkan
- kebutuhan High Availability
- kapasitas saat ini dan rencana pengembangan jaringan
- jenis lisensi serta masa berlakunya
SMB dengan jumlah pengguna terbatas belum tentu membutuhkan firewall berkapasitas kecil jika trafik dan penggunaan aplikasinya cukup tinggi. Hal yang sama berlaku pada enterprise. Kantor pusat dan cabang dapat memiliki beban jaringan yang berbeda sehingga kebutuhan firewallnya tidak harus sama.
Kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam proses sizing agar perangkat dan lisensi sesuai dengan penggunaan jaringan. Anda juga memiliki gambaran kapasitas yang masih dibutuhkan ketika jaringan berkembang.
Digital Solusi Grup merupakan distributor resmi Ruijie Indonesia. Jika Anda sedang mempertimbangkan Ruijie Firewall, tim DSG dapat membantu meninjau kebutuhan jaringan, kapasitas, lisensi, hingga kebutuhan implementasinya.
Hubungi tim kami untuk menjadwalkan konsultasi gratis mengenai pilihan firewall yang sesuai untuk jaringan perusahaan Anda.
Pertanyaan Seputar Ruijie Firewall
Berapa harga Ruijie Firewall?
Harga Ruijie Firewall bergantung pada model, kapasitas, lisensi, dan kebutuhan implementasi. Anda dapat meminta quotation dari DSG sesuai kebutuhan jaringan perusahaan.
Apakah Ruijie Firewall memerlukan lisensi?
Ya, beberapa fitur dan pembaruan keamanan Ruijie Firewall memerlukan lisensi, seperti IPS, antivirus, URL filtering, dan threat intelligence. Jenis serta masa berlaku lisensi perlu disesuaikan dengan fitur yang digunakan.
Apakah DSG dapat membantu konfigurasi Ruijie Firewall?
Ya. DSG dapat membantu implementasi dan konfigurasi Ruijie Firewall sesuai cakupan layanan dan kondisi jaringan perusahaan. Kebutuhannya dapat mencakup security policy, routing, VPN, hingga fitur keamanan yang akan digunakan.



















