Bagaimana tim IT mengetahui perangkat yang terinfeksi sebelum ancaman menyebar ke seluruh jaringan? Pemblokiran trafik saja belum cukup untuk menghadapi ancaman yang dapat bergerak dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Sophos Firewall membantu tim IT memantau dan melindungi jaringan melalui teknologi next-generation firewall (NGFW). Synchronized Security menghubungkan firewall dengan endpoint untuk berbagi informasi mengenai status keamanan perangkat. Integrasi tersebut membantu tim IT mendeteksi perangkat terinfeksi dan mengambil tindakan sebelum ancaman menyebar lebih luas.
Apa Itu Sophos Firewall?
Sophos Firewall adalah next-generation firewall (NGFW) yang membantu perusahaan mengamankan lalu lintas data di dalam dan luar jaringan. Perlindungannya mencakup malware, ransomware, serangan zero-day, hingga akses ke aplikasi yang tidak sesuai kebijakan perusahaan.
Firewall ini dapat memeriksa trafik hingga tingkat aplikasi melalui teknologi deep packet inspection. Tim IT bisa mengetahui aplikasi yang digunakan, aktivitas mencurigakan, serta perangkat yang berpotensi membawa ancaman.
Informasi tersebut membantu tim IT menentukan tindakan tanpa harus memeriksa setiap perangkat secara manual. Tim dapat membatasi akses, memblokir trafik berbahaya, atau mengisolasi perangkat yang terinfeksi.
Baca Juga : 9 Fungsi Firewall Pada Jaringan Komputer Agar Bisnis Aman
Sophos juga menghubungkan firewall dengan solusi keamanan lain melalui Sophos Adaptive Cybersecurity Ecosystem. Dukungan Sophos X-Ops menyediakan informasi ancaman terbaru untuk membantu sistem mengenali pola serangan yang terus berkembang.
5 Fitur Sophos Firewall untuk Keamanan Jaringan Anda
Firewall besutan perusahaan asal Inggris ini memiliki beberapa fitur untuk membantu tim IT memantau jaringan, mendeteksi ancaman, dan merespons insiden, seperti:
1. Security Heartbeat dan Synchronized Security
Security Heartbeat menghubungkan Sophos Firewall dengan perangkat yang menggunakan Sophos Endpoint. Fitur ini mengirimkan status keamanan endpoint agar firewall dapat mengetahui perangkat yang berisiko.
Saat Sophos Endpoint mendeteksi ancaman, status perangkat akan berubah sesuai tingkat risikonya. Firewall kemudian dapat membatasi akses perangkat berdasarkan kebijakan keamanan yang telah diterapkan.
Integrasi melalui Synchronized Security memberikan beberapa manfaat bagi tim IT:
- Mengidentifikasi perangkat yang terinfeksi atau berisiko.
- Membatasi komunikasi perangkat bermasalah dengan jaringan.
- Mencegah ancaman bergerak ke perangkat lain.
- Mengurangi proses isolasi perangkat secara manual.
Tim IT dapat menangani perangkat bermasalah lebih cepat tanpa harus memeriksa setiap endpoint secara terpisah.
2. Deep Learning dan Zero-Day Protection
Sophos Firewall menggunakan AI dan machine learning untuk membantu mendeteksi ancaman yang belum pernah dikenali sebelumnya. Sistem menganalisis karakteristik file untuk menentukan apakah file tersebut berpotensi berbahaya.
File mencurigakan juga dapat dianalisis melalui Zero-Day Protection di lingkungan cloud yang terisolasi. Proses ini memungkinkan sistem mengamati perilaku file tanpa membahayakan jaringan perusahaan.
Kombinasi tersebut memberikan beberapa manfaat:
- Mendeteksi malware baru yang belum memiliki signature.
- Menganalisis file mencurigakan sebelum diteruskan kepada pengguna.
- Membantu melindungi jaringan dari ransomware dan ancaman zero-day.
- Mengurangi ketergantungan pada deteksi berbasis signature.
3. Xstream Architecture untuk Inspeksi SSL/TLS
Trafik terenkripsi melalui SSL/TLS dapat melindungi data, tetapi juga bisa digunakan malware untuk menyembunyikan aktivitas berbahaya. Firewall ini menggunakan Xstream Architecture untuk memeriksa trafik terenkripsi tanpa membebani kinerja jaringan secara berlebihan.
Xstream Architecture dapat mengarahkan trafik tepercaya melalui jalur khusus tanpa menjalankan pemeriksaan yang tidak diperlukan. Trafik yang membutuhkan pemeriksaan tetap dianalisis untuk mendeteksi ancaman yang tersembunyi.
Kemampuan ini memberikan beberapa manfaat:
- Membantu mendeteksi ancaman dalam trafik terenkripsi.
- Mengurangi beban pemeriksaan pada trafik tepercaya.
- Menjaga performa aplikasi dan koneksi pengguna.
- Memberikan kontrol lebih besar terhadap trafik SSL/TLS.
Baca Juga : 8 Jenis Firewall untuk Keamanan Data yang Perlu Dipahami
4. Terintegrasi dengan ZTNA
Sophos Firewall dapat terintegrasi dengan Zero Trust Network Access (ZTNA) untuk mengatur akses pengguna ke aplikasi perusahaan. Setiap pengguna hanya mendapatkan akses ke aplikasi yang sesuai dengan identitas, perangkat, dan kebijakan keamanan perusahaan.
Karyawan remote, misalnya, dapat mengakses aplikasi kerja tanpa membuka akses ke seluruh jaringan internal. Pendekatan ini membantu perusahaan membatasi risiko jika akun atau perangkat pengguna mengalami kompromi.
Integrasi ZTNA juga memberikan beberapa manfaat:
- Membatasi akses berdasarkan kebutuhan pengguna.
- Mendukung akses aman untuk karyawan remote dan hybrid.
- Mengurangi ketergantungan pada akses jaringan melalui VPN.
- Menyederhanakan penerapan ZTNA melalui ekosistem Sophos.
5. Sophos Central untuk Manajemen Terpusat
Sophos Central menyediakan satu dashboard untuk mengelola dan memantau firewall secara terpusat. Tim IT dapat melihat status keamanan, mengelola beberapa firewall, serta memeriksa laporan tanpa mengakses setiap perangkat secara terpisah.
Perusahaan yang menggunakan beberapa solusi Sophos juga dapat mengelolanya melalui platform yang sama. Pengelolaan terpusat ini memudahkan tim IT memantau keamanan pada kantor pusat, cabang, dan endpoint dari satu tempat.
Kelebihan Sophos Firewall Dibanding Firewall Tradisional
Firewall tradisional umumnya berfokus pada pengaturan trafik berdasarkan alamat IP, port, protokol, dan aturan keamanan yang telah ditentukan. Firewall ini menawarkan kemampuan lebih luas melalui deteksi ancaman, kontrol aplikasi, dan integrasi dengan endpoint.
Beberapa kelebihan yang dapat membantu pengelolaan keamanan jaringan perusahaan meliputi:
- Respons ancaman lebih cepat. Security Heartbeat membantu firewall mengenali endpoint berisiko dan membatasi aksesnya sesuai kebijakan keamanan.
- Deteksi ancaman lebih luas. Deep learning membantu mengenali malware dan ancaman baru yang belum teridentifikasi melalui signature.
- Visibilitas jaringan lebih detail. Tim IT dapat melihat aplikasi, pengguna, dan aktivitas yang berlangsung dalam jaringan.
- Pengelolaan lebih terpusat. Sophos Central membantu tim mengelola beberapa firewall dan solusi keamanan Sophos melalui satu platform.
- Mendukung lingkungan kerja modern. Fitur ZTNA membantu mengatur akses aplikasi bagi karyawan remote dan hybrid secara lebih terkontrol.
Kombinasi tersebut membantu tim IT mengurangi pekerjaan manual sekaligus mendapatkan kontrol yang lebih menyeluruh terhadap keamanan jaringan.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Sophos Firewall?
Apakah tim IT mulai kesulitan memantau banyak perangkat, pengguna, atau cabang sekaligus? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa perusahaan membutuhkan perlindungan jaringan yang lebih terintegrasi.
Anda bisa mempertimbangkan Sophos Firewall jika perusahaan menghadapi beberapa kondisi berikut:
- Jumlah perangkat, pengguna, atau kantor cabang semakin bertambah.
- Karyawan remote dan hybrid rutin mengakses aplikasi perusahaan.
- Tim IT membutuhkan visibilitas lebih detail terhadap aktivitas jaringan.
- Perusahaan mengelola data sensitif yang membutuhkan kontrol akses ketat.
- Tim IT perlu mengelola beberapa firewall melalui satu platform.
- Perusahaan sudah menggunakan Sophos Endpoint dan ingin memanfaatkan Synchronized Security.
Baca Juga : 6 Cara Memilih Firewall untuk Perusahaan
Amankan Jaringan Bisnis dengan Firewall Terbaik
Implementasi firewall perlu mempertimbangkan kondisi jaringan yang sudah berjalan, bukan hanya spesifikasi perangkat. Tim IT perlu memetakan aturan firewall lama, kebutuhan akses pengguna, aplikasi penting, dan waktu migrasi yang tepat.
Penggunaan Security Heartbeat juga membutuhkan integrasi dengan Sophos Endpoint. Perencanaan sejak awal membantu perusahaan memanfaatkan fitur Sophos sesuai kebutuhan jaringan dan mengurangi kendala selama proses migrasi.
DSG dapat membantu perusahaan menentukan model Sophos Firewall berdasarkan jumlah pengguna, trafik, aplikasi, dan kondisi infrastruktur. Tim DSG juga menangani proses instalasi, konfigurasi, hingga migrasi sesuai kebutuhan perusahaan.
Sebagai mitra resmi Sophos, DSG telah tersertifikasi ISO 27001 dan terdaftar sebagai PSE Komdigi. Konsultasikan kebutuhan jaringan Anda dengan tim DSG untuk menentukan solusi yang tepat.
FAQ Seputar Sophos Firewall
Siapa distributor Sophos di Indonesia?
Sophos didistribusikan di Indonesia melalui mitra resmi yang telah mendapat otorisasi langsung dari Sophos. Salah satu distributor Sophos di Indonesia adalah DSG (PT Digital Solusi Grup).
Berapa kisaran harga Sophos Firewall?
Harga Sophos Firewall bervariasi tergantung model perangkat, kapasitas jaringan yang dibutuhkan, dan lisensi fitur tambahan seperti ZTNA atau SD-WAN yang dipilih. Hubungi tim DSG untuk mendapatkan rekomendasi model dan estimasi biaya yang sesuai.
Apakah Sophos Firewall bisa digunakan tanpa Sophos Endpoint?
Bisa. Sophos Firewall tetap berfungsi penuh sebagai NGFW mandiri dengan kemampuan deep learning dan Xstream Architecture. Namun fitur Security Heartbeat yang mengandalkan sinkronisasi dengan endpoint tidak akan aktif tanpa Sophos Endpoint.



















