7 CTF Competition Paling Bergengsi di Dunia, Tertarik Ikut?

Daftar Isi

Capture The Flag (CTF) adalah panggung terbaik untuk membuktikan kemampuan cybersecurity. Baik kamu anak SMA yang baru belajar coding, mahasiswa IT yang ambisius, maupun profesional muda, mengikuti kompetisi CTF adalah jalan instan untuk dilirik oleh perusahaan teknologi top dunia. 

Yuk, intip CTF Competition terbaik dari lokal hingga internasional yang wajib masuk bucket list kamu tahun ini!

Mengenal CTF Competition

Sebelum kita melangkah jauh membahas kompetisi tingkat internasional, sebenarnya apa itu CTF Competition

Secara sederhana, Capture The Flag (CTF) adalah kompetisi keamanan siber di mana kamu dan tim ditantang untuk menemukan “Flag”. Flag ini merupakan kode rahasia berbentuk string unik (misalnya: FLAG{w3lc0m3_t0_th3_g4m3}) yang disembunyikan di dalam sistem, aplikasi, atau jaringan yang sengaja dibuat memiliki vulnerability

Tugasmu? Retas sistemnya, amankan kodenya, dan klaim poinnya!

Di dunia hacking, kompetisi CTF umumnya dibagi menjadi dua jenis:

  • Jeopardy-style

Banyak CTF Competition yang menggunakan format Jeopardy-style untuk babak penyisihan sebelum final.

Kamu akan dihadapkan pada beberapa kategori soal, seperti Web Exploitation (meretas website), Cryptography (memecahkan sandi rahasia), Reverse Engineering (membongkar aplikasi), Digital Forensics (analisis jejak digital), dan Pwn (eksploitasi memori). Semakin sulit soalnya, semakin besar pula poin yang bisa didapatkan.

  • Attack-Defense

Format Attack Defense ini jauh lebih intens dan menguras adrenalin. Setiap tim akan diberikan satu server yang memiliki celah keamanan. 

Tugas peserta adalah melakukan patching sistem sendiri agar tidak bisa ditembus, sekaligus menyerang server milik tim lawan untuk mencuri flag mereka. Benar-benar simulasi perang siber dunia nyata!

Berkenalan dengan Event DSG: Zero Day 2026

CTF Competition ZERO DAY 2026

Nah, buat kamu yang ingin merasakan langsung bagaimana panasnya atmosfer kompetisi siber, ada satu event lokal yang haram hukumnya untuk dilewatkan yaitu CTF Competition Zero Day 2026.

Diselenggarakan oleh Digital Solusi Grup (DSG), kompetisi CTF ini dirancang khusus sebagai wadah bagi para talenta muda Indonesia—mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, hingga para profesional muda di bidang IT Security.

Mengapa kamu wajib ikut? Karena Zero Day 2026 menyajikan tantangan yang relevan dengan lanskap ancaman siber saat ini. Soal-soal yang dikurasi tidak hanya menguji logika, tetapi juga skill praktis yang benar-benar dipakai di industri. 

Dengan total hadiah sejumlah Rp40 Juta, event ini juga menjadi tempat terbaik untuk membangun portfolio, skill dan memperluas networking dengan komunitas cybersecurity di Indonesia. Sebelum bertanding melawan di tingkat dunia, buktikan dulu ketajaman analisismu di sini!

7 CTF Competition Paling Bergengsi di Dunia 

Di kacah global, kompetisi CTF sudah bertransformasi menjadi turnamen esports berskala besar yang mempertemukan manusia-manusia jenius di seluruh negara. Berikut 7 kompetisi CTF terkenal yang wajib kamu ketahui:

1. DEF CON CTF (Amerika Serikat)

Turnamen akbar ini diselenggarakan setahun sekali bertepatan dengan konferensi DEF CON setiap bulan Agustus. Bertempat di Las Vegas, Amerika Serikat, kamu bisa mengikuti kompetisi ini jika sudah melewati babak kualifikasi yang dilakukan secara daring (online).

DEF CON CTF sering dijuluki sebagai “Piala Dunia”-nya para hacker, dimana peserta akan bertanding menggunakan format Attack-Defense selama tiga hari berturut-turut. 

Tujuannya adalah eksploitasi celah keamanan yang belum pernah ditemukan sebelumnya (zero day) serta hardware hacking yang dirancang khusus oleh panitia.

Sebagai kompetisi CTF dunia terbaik sekaligus yang paling bergengsi, pemenangnya akan dianugerahi “Black Badge” legendaris yang memberi mereka akses gratis seumur hidup ke konferensi DEF CON. 

2. Google Capture The Flag

CTF Competition ini diadakan oleh tim Security Engineer internal Google dan bisa diikuti oleh siapa saja dari seluruh dunia. Di babak final, barulah tim-tim yang terpilih akan bertanding secara on-site.

Google CTF menggunakan format Jeopardy dan terkenal dengan kualitas soalnya yang rapi, kreatif, dan menantang. Peserta ditantang untuk memecahkan masalah rumit di kategori Sandbox, keamanan aplikasi Web, logika Cryptography modern, hingga eksploitasi tingkat tinggi.

Hadiah yang disiapkan juga tidak main-main. Kamu bisa mendapatkan uang tunai bernilai puluhan ribu dolar AS (USD) serta peluang untuk direkrut langsung oleh Google! 

3. SECCON CTF (Jepang)

Dikelola oleh SECCON, sebuah komite keamanan siber terkemuka di Jepang. Babak awal digelar secara daring untuk peserta dari seluruh dunia sementara babak final biasanya digelar secara luring di Tokyo.

Sebagai salah satu kompetisi siber terbesar di wilayah Asia, SECCON memadukan format Jeopardy dengan simulasi Attack-Defense. Peserta akan ditantang untuk meretas perangkat internet untuk segala (IoT), robotika, hingga miniatur infrastruktur pintar (smart city).

Jika tim berhasil lolos ke babak final, maka SECCON akan memberikan akomodasi penuh untuk bertanding di Tokyo. Tertarik untuk ikut sekaligus jalan-jalan ke Jepang?

4. PlaidCTF

CTF Competition ini diselenggarakan oleh tim legendaris Plaid Parliament of Pwning (PPP) dari Carnegie Mellon University (CMU) secara daring setahun sekali. 

PlaidCTF adalah kiblat kompetisi CTF dunia berbasis akademis dengan standar kesulitan yang setara dengan kebutuhan industri. Soal-soal yang dirilis di PlaidCTF juga sering kali menjadi tren dan menginspirasi gaya penulisan soal kompetisi CTF lainnya. 

Kamu akan ditantang untuk menyelesaikan persoalan matematika tingkat lanjut dan binary exploitation

5. 0CTF / TCTF (Tiongkok)

Kompetisi hacking ini ada kolaborasi antara tim hacker 0ops dan raksasa teknologi Tencent Cyber Security di Tiongkok secara hybrid setahun sekali. 

Kompetisi yang diselenggarakan raksasa teknologi China ini terkenal sebagai salah satu CTF dengan tingkat kesulitan soal Jeopardy paling menguras otak. Peserta wajib mengeksploitasi kernel, keamanan tingkat tinggi pada peramban web (browser exploitation), dan pembongkaran perangkat lunak yang sangat rumit.

Hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan dan berbanding lurus dengan kesulitan soalnya berupa uang tunai serta dukungan fasilitas riset teknologi dari Tencent.

6. Cyber Jawara (Indonesia)

Cyber Jawara diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan komunitas siber nasional secara hybrid.

Berbeda dengan kompetisi siber CTF lainnya, Cyber Jawara menitikberatkan tantangannya pada penanganan incident response, forensik digital untuk melacak penjahat siber, serta pertahanan jaringan nasional.

Hadiah untuk pemenang adalah uang tunai puluhan juta rupiah, piala resmi kenegaraan, serta berkesempatan mewakili Indonesia di ajang regional ASEAN Cyber Sea Games.

7. SANS Core NetWars

Diinisiasi oleh SANS Institute, sebuah lembaga pelatihan keamanan siber paling terkemuka di dunia. Kompetisi ini diadakan sepanjang tahun di berbagai belahan dunia, baik secara daring maupun luring di sela-sela konferensi global SANS.

Kompetisi ini dirancang untuk mensimulasikan skenario dunia kerja riil di korporasi maupun instansi pemerintahan. Formatnya pun cukup bervariasi, mulai dari strategi pertahanan jaringan (Defensive/Blue Teaming), pengujian penetrasi sistem (Offensive/Red Teaming), hingga forensik digital.

Hadiah yang ditawarkan adalah Koin SANS NetWars eksklusif (salah satu souvenir yang paling diincar oleh para profesional siber dunia). Selain itu, pemenang juga mendapatkan beasiswa pelatihan sertifikasi internasional dari SANS senilai ribuan dolar.

Tips Jitu Memulai Main CTF untuk Pemula

Melihat daftar kompetisi dunia di atas mungkin membuatmu berpikir, “Wah, susah banget ya, apa bisa saya ikut?” Jawabannya tentu sangat bisa! 

Semua hacker di luar sana selalu memulai langkah mereka dari pemula yang bingung ketika melihat kode.

Agar perjalanan belajarmu efektif dan menyenangkan, berikut adalah tips belajar ctf pemula yang bisa dipraktikkan:

1. Bentuklah Tim

Kompetisi CTF adalah kerja kelompok, bukan panggung untuk pahlawan tunggal. Maka carilah partner yang memiliki ketertarikan sama. 

Dalam satu tim, idealnya terdapat tiga orang dengan spesialisasi yang berbeda. Misalnya satu orang yang fokus mendalami Web Exploitation, satu orang di bidang Cryptography & Digital Forensics, serta satu orang lagi yang berkonsentrasi pada Reverse Engineering & Pwn

Dengan pembagian fokus ini, tim akan jauh lebih efisien dalam mengumpulkan poin.

2. Manfaatkan Platform Latihan Gratis

Ada banyak platform latihan gratis yang ramah pemula, contohnya picoCTF ( bagus untuk memahami konsep dasar) atau cobalah menyelesaikan tantangan berkategori Easy di platform HackTheBox.

3. Pelajari Pembahasan Soal (Write-Ups)

Write-Ups adalah artikel dokumentasi yang ditulis oleh peserta lain mengenai bagaimana cara mereka memecahkan sebuah soal CTF di masa lalu. Dengan membaca Write-Ups, kamu bisa meniru dan memahami pola pikir praktisi lain saat menghadapi sebuah masalah yang rumit.

Saatnya Tantang Dirimu di CTF Competition ZERO DAY 2026!

Dari seluruh deretan kompetisi siber bergengsi di dunia tadi, yuk mulai langkah pertama untuk menguji sejauh mana batas kemampuan analisismu!

Daftarkan diri dan tim terbaikmu untuk mengikuti kompetisi hacking di ajang ZERO DAY 2026 sekarang!

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Digital Solusi Grup (DSG) ini merupakan batu loncatan bagi para pelajar, mahasiswa, hingga profesional muda di Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi siber modern. 

Ikuti babak penyisihan berupa mini games secara online dan menangkan tiket ke babak final yang akan diselenggarakan di FILKOM Universitas Brawijaya Malang pada 28 Juni 2026 mendatang. 

Daftarkan tim kamu sekarang di CTF Competition ZERO DAY 2026Lets hack, patch, and win 🏆

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.

Picture of Nadia Kamila

Nadia Kamila

Hi, I'm Nadia Lidzikri Kamila, an SEO Content Writer specializing in cybersecurity and digital security. Focused on creating well-researched content on malware, ransomware, antivirus solutions, and data protection to help users stay safe in the digital world.