Sebagian besar router kantor saat ini sudah dilengkapi fitur firewall. Pertanyaannya, apakah fitur tersebut sudah cukup untuk melindungi jaringan perusahaan?
Firewall router dapat mengatur koneksi sekaligus menyaring lalu lintas jaringan. Dedicated firewall menawarkan kontrol keamanan yang lebih lengkap untuk kebutuhan yang lebih kompleks.
Perbedaan tersebut menentukan jenis perangkat yang sesuai untuk perusahaan. Artikel DSG kali ini akan membahas kemampuan keduanya serta kondisi yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih.
Perbedaan Firewall Router dan Dedicated Firewall
Firewall router dan dedicated firewall sama-sama dapat mengontrol lalu lintas jaringan. Perbedaannya terlihat pada fungsi, kemampuan inspeksi, kapasitas, pengelolaan, dan penggunaannya.
1. Fokus Fungsi Perangkat
Firewall router menggabungkan fungsi routing dan keamanan dalam satu perangkat. Perangkat ini mengarahkan paket data sekaligus menyaring koneksi berdasarkan aturan tertentu.
Fungsi routing tetap menjadi bagian utama dalam pengoperasiannya. Perangkat menghubungkan jaringan internal dengan internet sambil menjalankan perlindungan dasar.
Dedicated firewall lebih berfokus pada keamanan jaringan. Resource perangkat digunakan untuk memeriksa trafik, mendeteksi ancaman, dan menerapkan kebijakan keamanan.
Sebagian dedicated firewall juga menyediakan fungsi routing, NAT, dan VPN. Kemampuan tersebut biasanya menjadi pendukung bagi fungsi keamanan utamanya.
2. Kemampuan Inspeksi dan Fitur Keamanan
Firewall router umumnya menyaring trafik berdasarkan alamat IP, port, protokol, dan status koneksi. Kemampuan ini dapat digunakan untuk menerapkan kontrol akses dasar.
Fitur yang tersedia biasanya mencakup:
- Packet filtering
- Access Control List atau ACL
- Network Address Translation atau NAT
- Pemblokiran port
- Virtual Private Network atau VPN
- Stateful Packet Inspection atau SPI
Dedicated firewall dapat memeriksa lalu lintas secara lebih mendalam. Perangkat tidak hanya melihat sumber dan tujuan koneksi, tetapi juga mengenali aplikasi serta pola aktivitasnya.
NIST SP 800-215 menjelaskan bahwa kemampuan firewall berkembang dari packet filtering menuju stateful inspection dan deep packet inspection. Pemeriksaannya kini dapat mencakup header serta isi paket.
Dedicated firewall atau next-generation firewall biasanya menawarkan fitur berikut:
- Intrusion Prevention System atau IPS
- Application control
- Web filtering
- Antivirus dan antimalware
- SSL inspection
- Threat intelligence
- Segmentasi jaringan
Perkembangan tersebut menjelaskan mengapa dua perangkat dengan fitur firewall dapat memberikan tingkat perlindungan berbeda. Perusahaan perlu memahami cara perangkat memeriksa trafik.
Beberapa firewall router kelas bisnis juga menawarkan fitur keamanan yang cukup lengkap. Kemampuannya tetap perlu diperiksa berdasarkan spesifikasi setiap produk.
Baca Juga : 7 Fitur Ruijie Firewall untuk SMB hingga Enterprise
3. Kapasitas dan Performa
Firewall router membagi resource untuk menjalankan fungsi routing dan keamanan. Aktivasi fitur inspeksi tertentu dapat mengurangi kapasitas trafik yang mampu diproses.
Kondisi serupa juga perlu diperhatikan saat memilih dedicated firewall. Angka firewall throughput tidak selalu menggambarkan performa ketika seluruh fitur keamanan aktif.
Fortinet Product Matrix memberikan contoh perbedaan tersebut pada FortiGate 120G. Perangkat ini memiliki firewall throughput hingga 39 Gbps.
Angka NGFW throughput-nya berada pada 3,1 Gbps. Threat protection throughput tercatat sebesar 2,8 Gbps ketika beberapa fungsi keamanan dijalankan bersamaan.
Data tersebut tidak berarti setiap firewall mengalami penurunan dengan rasio yang sama. Metode pengujian dan konfigurasi dapat berbeda pada setiap vendor.
Tim DSG melihat angka security throughput sebagai acuan yang lebih relevan saat beberapa fitur keamanan akan digunakan bersamaan. Kapasitas perangkat juga perlu dihitung berdasarkan:
- Jumlah pengguna dan perangkat
- Kecepatan koneksi internet
- Concurrent sessions
- Koneksi baru per detik
- Jumlah pengguna VPN
- Fitur keamanan yang akan diaktifkan
- Perkiraan pertumbuhan trafik
Perhitungan tersebut membantu perusahaan menilai performa perangkat dalam penggunaan nyata, bukan hanya berdasarkan angka tertinggi pada brosur.
4. Pengelolaan dan Visibilitas Jaringan
Firewall router cenderung memiliki pengaturan yang lebih sederhana. Kondisi ini memudahkan pengelolaan pada jaringan dengan sedikit pengguna dan perangkat.
Informasi yang tersedia biasanya mencakup koneksi aktif, penggunaan bandwidth, dan trafik yang diblokir. Kelengkapan log tetap bergantung pada kemampuan perangkat.
Dedicated firewall memberikan visibilitas yang lebih terperinci terhadap aktivitas jaringan. Administrator dapat melihat aplikasi, sumber trafik, tujuan koneksi, dan ancaman yang terdeteksi.
Beberapa perangkat juga mendukung centralized management untuk mengelola kebijakan pada banyak lokasi. Kemampuan ini membantu perusahaan menjaga konsistensi aturan antarcabang.
Pengelolaan yang lebih lengkap membutuhkan keahlian teknis memadai. Kesalahan konfigurasi tetap dapat meninggalkan celah meskipun perangkat memiliki fitur keamanan canggih.
NIST SP 800-41 menempatkan pemilihan, konfigurasi, pengujian, penerapan, dan pengelolaan firewall sebagai proses yang saling berkaitan. Pemasangan perangkat bukan akhir pengamanan jaringan.
Beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan setelah implementasi meliputi:
- Memperbarui firmware dan security signature
- Memantau log serta notifikasi keamanan
- Meninjau firewall rules secara berkala
- Menghapus aturan yang sudah tidak digunakan
- Memastikan port terbuka masih diperlukan
- Menguji perubahan konfigurasi
5. Biaya dan Kebutuhan Pengelolaan
Firewall router cenderung lebih terjangkau karena menggabungkan dua fungsi dalam satu perangkat. Perusahaan tidak perlu mengelola appliance keamanan secara terpisah.
Biayanya tetap dapat mencakup lisensi tambahan untuk fitur tertentu. Masa berlaku dan cakupan setiap lisensi perlu diperiksa sebelum pembelian.
Dedicated firewall membutuhkan investasi lebih besar. Biaya dapat berasal dari perangkat, lisensi keamanan, pembaruan, pemeliharaan, dan dukungan teknis.
Perbandingan biaya sebaiknya menggunakan total cost of ownership. Harga pembelian perangkat hanya menjadi salah satu komponennya.
Kebutuhan pergantian perangkat juga perlu dihitung. Firewall dengan kapasitas terlalu kecil dapat lebih cepat mencapai batas ketika jaringan berkembang.
Baca Juga : 4 Fitur Firewall Cisco, Mana yang Dibutuhkan Perusahaan?
6. Skala Penggunaan
Firewall router dapat digunakan pada kantor dengan jaringan sederhana dan kebutuhan keamanan dasar. Perangkat ini juga sesuai ketika jumlah pengguna masih terbatas.
Dedicated firewall lebih sesuai untuk perusahaan yang mengelola data sensitif, banyak perangkat, atau beberapa kantor cabang. Solusi ini juga mendukung segmentasi dan pemantauan terpusat.
Ukuran perusahaan bukan satu-satunya penentu. Bisnis kecil dapat membutuhkan dedicated firewall ketika menjalankan sistem kritis atau memenuhi tuntutan kepatuhan.
Pilihan akhirnya perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kompleksitas jaringan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kemampuan tim dalam mengelola perangkat setelah implementasi.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Firewall
Tidak ada satu jenis firewall yang selalu cocok untuk semua bisnis. Kebutuhannya bergantung pada jaringan, data, dan risiko yang Anda hadapi.
Firewall router mungkin sudah cukup untuk kebutuhan tertentu. Dedicated firewall dapat dipertimbangkan ketika jaringan membutuhkan kontrol dan perlindungan yang lebih lengkap.
Sebelum memilih, mari lihat beberapa hal yang paling berpengaruh terhadap keputusan tersebut.
1. Kenali Data dan Risiko Bisnis Anda
Mulailah dengan melihat data yang tersimpan di dalam sistem. Data pelanggan, informasi keuangan, dan kredensial tentu membutuhkan perlindungan lebih ketat.
Sistem yang terhubung ke jaringan juga perlu diperiksa. Server, aplikasi internal, dan perangkat IoT dapat memiliki risiko yang berbeda.
Tim DSG tidak menilai kebutuhan firewall hanya dari ukuran perusahaan. Bisnis kecil pun dapat membutuhkan dedicated firewall jika menjalankan sistem penting.
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu Anda memetakan risikonya:
- Data apa yang disimpan dan diproses?
- Siapa saja yang dapat mengakses data tersebut?
- Sistem mana yang harus selalu tersedia?
- Ancaman apa yang paling mungkin mengganggu operasional?
- Apakah bisnis Anda harus memenuhi regulasi tertentu?
Jawaban tersebut akan menunjukkan seberapa jauh kontrol keamanan diperlukan. Anda juga dapat menghindari pembelian fitur yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
2. Lihat Kondisi Jaringan Saat Ini dan Rencana Pertumbuhannya
Jumlah karyawan tidak selalu menggambarkan beban jaringan. Satu pengguna dapat terhubung melalui laptop, ponsel, aplikasi, dan perangkat lainnya.
Kantor cabang, server, koneksi VPN, dan perangkat IoT juga menambah trafik. Seluruh komponen tersebut perlu masuk dalam perhitungan.
Topologi jaringan yang sederhana biasanya lebih mudah dikelola melalui firewall router. Kebutuhan akan berubah saat jaringan memiliki banyak segmen dan lokasi.
Tim DSG biasanya memetakan beberapa komponen berikut sebelum menentukan kapasitas:
- Jumlah pengguna dan endpoint
- Jumlah server serta aplikasi
- Kecepatan koneksi internet
- Kebutuhan VPN
- Jumlah kantor cabang
- Segmentasi jaringan
- Perkiraan pertumbuhan trafik
Perangkat yang sesuai hari ini sebaiknya tetap mampu mendukung pertumbuhan dalam beberapa tahun. Langkah ini mencegah pergantian perangkat terlalu cepat.
3. Jangan Hanya Melihat Daftar Fitur
Banyaknya fitur pada brosur belum tentu menunjukkan performa saat digunakan. Beberapa fungsi keamanan membutuhkan resource pemrosesan yang cukup besar.
Angka firewall throughput biasanya menggambarkan kemampuan perangkat dalam kondisi tertentu. Hasilnya dapat berubah ketika fitur perlindungan mulai diaktifkan.
Fortinet Product Matrix menunjukkan contoh tersebut pada FortiGate 120G. Perangkat ini memiliki firewall throughput hingga 39 Gbps.
NGFW throughput-nya berada pada 3,1 Gbps. Threat protection throughput tercatat 2,8 Gbps ketika beberapa fungsi keamanan digunakan bersamaan.
Setiap vendor memiliki metode pengujian yang berbeda. Data tersebut menunjukkan bahwa angka tertinggi pada brosur tidak dapat berdiri sendiri.
Tim DSG juga melihat security throughput ketika IPS, application control, dan perlindungan malware akan digunakan bersamaan.
Beberapa spesifikasi lain yang perlu diperhatikan meliputi:
- Concurrent sessions
- Koneksi baru per detik
- SSL inspection throughput
- Jumlah pengguna VPN
- Jumlah firewall rules
- Dukungan high availability
Anda tidak harus memilih perangkat dengan seluruh fitur keamanan. Pilih fitur yang sesuai dengan risiko dan mampu dijalankan tanpa menghambat jaringan.
Baca Juga : 6 Cara Memilih Firewall untuk Perusahaan
4. Pastikan Firewall Dapat Dikelola Setelah Dipasang
Firewall tidak langsung bekerja optimal hanya karena sudah terpasang. Konfigurasi dan pengelolaan setelah implementasi tetap menentukan kualitas perlindungannya.
Dedicated firewall biasanya menyediakan log serta kontrol yang lebih lengkap. Informasi tersebut tetap membutuhkan tim yang mampu membaca dan menindaklanjutinya.
Beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan secara berkala meliputi:
- Memperbarui firmware dan security signature
- Memantau log serta notifikasi keamanan
- Meninjau firewall rules
- Menghapus aturan yang sudah tidak digunakan
- Memeriksa port dan layanan yang terbuka
- Menguji setiap perubahan konfigurasi
NIST SP 800-41 menempatkan pemilihan, konfigurasi, pengujian, penerapan, dan pengelolaan firewall sebagai proses yang saling berkaitan.
Prinsip yang sama diterapkan dalam proses implementasi DSG. Firewall dengan fitur lengkap tetap berisiko ketika rules terlalu longgar atau jarang diperiksa.
Keterbatasan tim internal juga bukan berarti bisnis harus menggunakan perangkat sederhana. Mitra implementasi dapat membantu konfigurasi dan pemeliharaannya.
5. Hitung Biaya Secara Menyeluruh
Harga perangkat memang penting, tetapi bukan satu-satunya biaya. Lisensi, pemeliharaan, pembaruan, dan dukungan teknis juga perlu dihitung.
Beberapa fitur membutuhkan langganan aktif agar threat intelligence dan security signature terus diperbarui. Cakupan setiap lisensi sebaiknya diperiksa sejak awal.
Firewall router cenderung lebih ekonomis karena menggabungkan fungsi routing dan keamanan. Pilihan ini dapat mencukupi jaringan sederhana dengan risiko terbatas.
Dedicated firewall membutuhkan investasi lebih besar. Biaya tersebut dapat sebanding ketika bisnis membutuhkan kapasitas dan kontrol keamanan yang lebih lengkap.
Perhitungan total biaya dapat mencakup:
- Harga perangkat
- Biaya lisensi
- Masa dukungan produk
- Biaya implementasi
- Pemeliharaan berkala
- Pelatihan tim internal
- Rencana penambahan kapasitas
Perangkat yang murah dapat menambah biaya jika kapasitasnya cepat habis. Perangkat terlalu besar juga belum tentu memberikan manfaat yang sepadan.
Pilihan yang tepat adalah firewall yang mampu melindungi kebutuhan bisnis tanpa menambah kompleksitas yang tidak diperlukan.
Bangun Perlindungan Jaringan Sesuai Kebutuhan Bisnis
Baik firewall router maupun dedicated firewall, pilih perangkat yang sesuai dengan kondisi jaringan dan risiko bisnis Anda. Pastikan firewall juga diperbarui dan dievaluasi secara berkala agar perlindungannya tetap optimal.
Digital Solusi Grup hadir sebagai partner dalam penyediaan dan instalasi firewall untuk perusahaan. Tim kami siap membantu proses pemilihan, konfigurasi, dan pengujian perangkat sesuai dengan kebutuhan jaringan Anda.
Hubungi tim DSG untuk mendiskusikan solusi firewall yang tepat bagi perusahaan Anda.



















