Memilih firewall untuk perusahaan tidak cukup hanya dengan melihat spesifikasi perangkat atau harga. Anda perlu memastikan apakah fitur yang tersedia memang sesuai dengan kebutuhan jaringan perusahaan.
Cisco menawarkan berbagai solusi firewall untuk membantu perusahaan memantau trafik, mendeteksi ancaman, dan mengontrol akses jaringan. Kemampuan yang tersedia bisa berbeda pada setiap lini produk, termasuk dari sisi keamanan dan pengelolaannya.
Lalu, fitur firewall Cisco apa saja yang perlu Anda perhatikan? Mari kenali fitur utamanya, perbedaan setiap lini produk, dan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih.
Fitur Firewall Cisco yang Perlu Dipertimbangkan
Berikut fitur firewall Cisco dan fungsi masing-masing dalam membantu menjaga keamanan jaringan perusahaan:
1. Deteksi Ancaman Berbasis Cisco Talos
Firewall yang sudah terpasang bukan berarti bisa dibiarkan bekerja dengan informasi ancaman yang sama terus-menerus. Malware, domain berbahaya, dan pola serangan baru terus bermunculan, sehingga informasi yang digunakan untuk mengenalinya juga perlu diperbarui.
Cisco menggunakan threat intelligence dari Cisco Talos untuk kebutuhan tersebut. Tim ini menganalisis sekitar 900 miliar event keamanan setiap hari untuk menemukan ancaman dan pola serangan yang berkembang.
Artinya, tim IT Anda tidak harus mengenali setiap ancaman baru satu per satu. Informasi dari Talos membantu firewall Cisco mengidentifikasi aktivitas berbahaya berdasarkan temuan keamanan terbaru yang dimiliki Cisco.
2. Intrusion Prevention System (IPS)
Bagaimana jika trafik yang terlihat normal ternyata membawa aktivitas berbahaya? Cisco Secure Firewall menggunakan teknologi IPS berbasis Snort untuk membantu mendeteksi dan menghentikan aktivitas tersebut.
IPS menganalisis trafik untuk mencari pola yang mengarah pada eksploitasi celah keamanan, malware, atau aktivitas mencurigakan lainnya. Ketika ancaman teridentifikasi, sistem dapat mengambil tindakan untuk memblokir trafik sebelum mencapai perangkat atau aplikasi yang menjadi target.
Baca Juga : 9 Fungsi Firewall Pada Jaringan Komputer Agar Bisnis Aman
Pemeriksaan ini diperlukan ketika perusahaan menjalankan banyak aplikasi dan menerima trafik dari berbagai sumber. Serangan yang lolos dari penyaringan trafik dasar masih memiliki lapisan pemeriksaan tambahan sebelum masuk lebih jauh ke jaringan.
3. Dukungan VPN untuk Koneksi yang Aman
Punya karyawan yang sering mengakses sistem perusahaan dari luar kantor? Atau kantor cabang perlu terhubung dengan jaringan di kantor pusat? Firewall Cisco menyediakan dukungan VPN untuk kedua kebutuhan tersebut.
Remote access VPN memungkinkan karyawan mengakses jaringan perusahaan dari lokasi lain melalui koneksi terenkripsi. Data tetap terlindungi meski akses dilakukan menggunakan jaringan di luar kantor.
Kebutuhan antar lokasi bisa ditangani dengan site-to-site VPN. Kantor pusat dan cabang dapat terhubung melalui koneksi yang aman, sehingga pertukaran data dan akses ke sistem internal tetap terlindungi meski berada di lokasi berbeda.
4. Application Visibility and Control
Dalam satu jaringan kantor, puluhan aplikasi bisa berjalan bersamaan. Ada aplikasi yang penting untuk pekerjaan, ada yang menghabiskan bandwidth, dan ada pula yang sebenarnya tidak perlu mendapat akses.
Application Visibility and Control membantu perusahaan mengenali aplikasi yang menggunakan jaringan dan melihat aktivitasnya. Firewall Cisco dapat mengidentifikasi aplikasi berdasarkan trafik, termasuk ketika aplikasi menggunakan port yang tidak standar.
Dari informasi tersebut, perusahaan bisa menentukan aplikasi mana yang boleh digunakan, dibatasi, atau diblokir. Aplikasi bisnis yang penting tetap mendapat akses, sementara aplikasi berisiko atau tidak sesuai kebijakan dapat dikontrol.
Fitur ini juga berguna ketika penggunaan bandwidth mulai terasa tidak wajar. Perusahaan dapat melihat aplikasi yang aktif lebih dahulu sebelum menentukan aturan akses yang perlu diterapkan.
Fitur Firewall Cisco Berdasarkan Lini Produk
Tidak semua firewall Cisco menawarkan fitur dan cara pengelolaan yang sama. Perbedaannya terlihat dari fokus keamanan, sistem pengelolaan, hingga kebutuhan jaringan yang dituju.
Saat membantu menentukan solusi firewall, DSG melihat kebutuhan jaringan sebagai titik awal, bukan sekadar kelengkapan fitur.
Berikut beberapa perbandingan fitur firewall Cisco yang bisa membantu Anda melihat perbedaannya sebelum menentukan pilihan.
1. Cisco Secure Firewall ASA
Jika perusahaan Anda membutuhkan firewall untuk mengontrol trafik sekaligus mengamankan koneksi VPN, Cisco Secure Firewall ASA bisa menjadi salah satu pilihan. Lini ini berfokus pada fungsi firewall dan konektivitas yang banyak digunakan dalam jaringan perusahaan.
Beberapa kemampuan Cisco ASA meliputi:
- Stateful firewall untuk mengontrol trafik berdasarkan aturan keamanan yang sudah ditetapkan.
- Remote access VPN untuk mengamankan akses pengguna yang terhubung dari luar jaringan perusahaan.
- Site-to-site VPN untuk menghubungkan jaringan kantor atau lokasi yang berbeda.
- High availability untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika salah satu perangkat mengalami gangguan.
Cisco ASA cocok dipertimbangkan ketika kontrol trafik, VPN, dan ketersediaan jaringan menjadi kebutuhan utama. Jika perusahaan membutuhkan pemeriksaan ancaman yang lebih mendalam, lini Cisco Secure Firewall Threat Defense menawarkan kemampuan keamanan yang lebih luas.
Baca Juga : 8 Jenis Firewall untuk Keamanan Data yang Perlu Dipahami
2. Cisco Secure Firewall Threat Defense
Bagaimana jika perusahaan tidak hanya ingin mengontrol trafik, tetapi juga perlu mendeteksi ancaman yang mencoba masuk melalui jaringan? Cisco Secure Firewall Threat Defense membawa kemampuan next-generation firewall untuk kebutuhan tersebut.
Beberapa fitur utamanya meliputi:
- Snort 3 IPS untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas berbahaya pada trafik jaringan.
- Cisco Talos threat intelligence untuk membantu mengenali ancaman berdasarkan informasi keamanan terbaru.
- Application visibility and control untuk mengenali dan mengontrol aplikasi yang menggunakan jaringan.
- Centralized management untuk mengelola kebijakan keamanan pada beberapa firewall secara terpusat.
- Kemampuan berbasis machine learning pada teknologi tertentu untuk membantu mengenali pola serangan.
Threat Defense bisa dipertimbangkan ketika perusahaan menangani banyak aplikasi, data penting, atau trafik jaringan yang perlu diperiksa lebih mendalam. Kemampuan deteksi dan kontrolnya memberi perusahaan lebih banyak pilihan untuk menentukan bagaimana setiap trafik dan ancaman ditangani.
3. Cisco Meraki MX
Mengelola jaringan di beberapa kantor bisa merepotkan jika setiap perangkat harus dikonfigurasi langsung di lokasi. Cisco Meraki MX menawarkan pendekatan berbasis cloud agar pengelolaan jaringan di berbagai lokasi dapat dilakukan melalui Meraki Dashboard.
Beberapa kemampuan Cisco Meraki MX meliputi:
- Cloud-based management untuk memantau dan mengatur perangkat melalui satu dashboard.
- Auto VPN untuk mempermudah pembuatan koneksi VPN antarjaringan perusahaan.
- SD-WAN untuk mengelola konektivitas antar lokasi sesuai kebutuhan jaringan.
- IDS/IPS dan malware protection untuk membantu mendeteksi dan menangani aktivitas berbahaya.
- Content filtering untuk mengontrol akses berdasarkan kategori konten tertentu.
Beberapa fitur keamanan tersebut tersedia sesuai model dan lisensi Meraki MX yang digunakan. Perusahaan perlu memeriksa kebutuhan fiturnya sejak awal agar dapat menentukan perangkat dan lisensi yang sesuai.
Meraki MX menarik untuk perusahaan yang memiliki kantor pusat, cabang, atau lokasi operasional yang tersebar. Pengaturan jaringan dapat dilakukan secara terpusat tanpa harus mendatangi setiap lokasi hanya untuk melakukan perubahan konfigurasi.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Firewall Cisco
Firewall dengan fitur paling lengkap belum tentu menjadi pilihan yang paling tepat untuk setiap perusahaan. Sebelum menentukan produk, Anda perlu melihat kebutuhan keamanan, kondisi jaringan, hingga cara firewall tersebut akan dikelola.
Baca Juga : 6 Cara Memilih Firewall untuk Perusahaan
Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih firewall Cisco.
1. Mulai dari Kebutuhan Keamanan Perusahaan
Coba lihat kembali kebutuhan keamanan jaringan perusahaan Anda. Apakah firewall hanya digunakan untuk mengontrol trafik dan menyediakan VPN? Apakah perusahaan juga membutuhkan IPS, application control, dan perlindungan terhadap malware?
Kebutuhan tersebut akan membantu mempersempit pilihan produk. Anda tidak harus memilih firewall dengan fitur paling lengkap jika sebagian besar fiturnya tidak sesuai kebutuhan operasional.
2. Hitung Kapasitas Jaringan yang Harus Ditangani
Jumlah karyawan bukan satu-satunya patokan dalam menentukan kapasitas firewall. Dua perusahaan dengan jumlah pengguna serupa bisa memiliki kebutuhan berbeda karena pola trafik dan aplikasi yang digunakan tidak sama.
Beberapa hal yang perlu dihitung antara lain:
- jumlah pengguna dan perangkat yang terhubung,
- volume trafik jaringan,
- jumlah koneksi VPN,
- jumlah kantor atau cabang, dan
- fitur keamanan yang akan diaktifkan.
Perhitungan kapasitas firewall di DSG juga tidak berhenti pada angka throughput tertinggi di spesifikasi. Performa perangkat perlu dilihat saat fitur keamanan yang dibutuhkan perusahaan berjalan secara bersamaan.
3. Periksa Infrastruktur yang Sudah Berjalan
Firewall baru nantinya tidak bekerja sendirian. Perangkat tersebut perlu terhubung dengan router, switch, sistem autentikasi, VPN, hingga solusi monitoring yang sudah digunakan perusahaan.
Coba petakan perangkat dan sistem yang nantinya perlu terhubung dengan firewall. Perusahaan yang sudah menggunakan solusi Cisco juga bisa mempertimbangkan kemudahan integrasi dalam ekosistem yang sama.
Jaringan dengan perangkat dari vendor berbeda tetap dapat menggunakan firewall Cisco. Kebutuhan integrasinya perlu diperiksa sejak awal agar tidak menimbulkan kendala saat implementasi.
4. Jangan Hanya Menghitung Biaya Perangkat
Harga firewall Cisco dapat berbeda tergantung model, kapasitas, dan fitur keamanan yang dibutuhkan. Perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi juga belum tentu diperlukan jika kebutuhan jaringan perusahaan tidak sebesar itu.
Biaya yang perlu diperhitungkan tidak berhenti pada harga perangkat. Lisensi, subscription fitur keamanan, dukungan teknis, dan kebutuhan implementasi juga dapat memengaruhi total biaya yang perlu disiapkan.
Coba tentukan fitur yang benar-benar akan digunakan sebelum memilih produk dan lisensinya. Cara ini membantu perusahaan mendapatkan firewall yang sesuai kebutuhan tanpa membayar kemampuan yang akhirnya tidak terpakai.
5. Pertimbangkan Implementasi Setelah Pembelian
Pembelian firewall belum selesai ketika perangkat sudah sampai di perusahaan. Policy akses, VPN, segmentasi jaringan, dan fitur keamanan masih perlu dikonfigurasi sesuai kondisi jaringan.
Coba tentukan juga siapa yang akan mengelola firewall setelah implementasi. Perusahaan perlu menyiapkan tim internal atau dukungan partner untuk menangani monitoring, perubahan konfigurasi, hingga troubleshooting ketika terjadi masalah.
DSG melihat tahap implementasi dan pengelolaan sebagai bagian dari pemilihan firewall sejak awal. Produk yang sesuai bukan hanya memenuhi spesifikasi, tetapi juga dapat diterapkan dan dikelola sesuai kebutuhan jaringan perusahaan.
Pilih Firewall Cisco Sesuai Kebutuhan Jaringan
Setiap lini memiliki fitur firewall Cisco dengan keunggulan untuk kebutuhan jaringan yang berbeda. Pilihan yang tepat bukan selalu produk dengan fitur terbanyak, tetapi firewall yang kemampuan dan kapasitasnya sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.
Sedang mencari tempat beli firewall Cisco? Hubungi tim kami untuk menjadwalkan konsultasi gratis mengenai kebutuhan jaringan dan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.



















