Memilih lisensi Adobe untuk perusahaan bukan sekadar menentukan aplikasi yang dibutuhkan. Anda juga perlu melihat siapa yang akan menggunakannya dan apakah lebih hemat membeli aplikasi satu per satu atau menggunakan paket yang mencakup beberapa aplikasi sekaligus.
Pertimbangannya bisa berbeda di setiap tim. Tim desain mungkin membutuhkan Photoshop dan Illustrator, sedangkan tim administrasi cukup menggunakan Adobe Acrobat. Dengan memetakan kebutuhan tersebut sejak awal, perusahaan bisa menghindari pembelian lisensi yang terlalu banyak atau paket yang fiturnya tidak benar-benar digunakan.
Lantas, produk Adobe apa saja yang bisa dipilih untuk kebutuhan bisnis? Berikut panduan untuk membantu menentukan aplikasi dan paket Adobe yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda.
Daftar Produk Adobe yang Cocok untuk Kebutuhan Bisnis
Mulai dari pengelolaan dokumen hingga produksi konten visual, Adobe memiliki aplikasi untuk berbagai kebutuhan kerja. Berikut beberapa produk Adobe yang bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan tim Anda.
1. Adobe Acrobat
Adobe Acrobat adalah software untuk membuat, mengedit, mengonversi, dan mengelola dokumen dalam format PDF. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur untuk membantu perusahaan mengelola dokumen secara digital, termasuk pengisian formulir dan tanda tangan elektronik.
Beberapa fitur Adobe Acrobat yang berguna untuk kebutuhan bisnis meliputi:
- Edit PDF: Mengubah teks, gambar, dan elemen lain dalam dokumen PDF tanpa harus membuat dokumen dari awal.
- Convert PDF: Mengubah file PDF ke format Microsoft Word, Excel, atau PowerPoint, maupun membuat PDF dari berbagai jenis file.
- Merge dan organize PDF: Menggabungkan beberapa file menjadi satu PDF serta mengatur, memisahkan, atau menyusun ulang halaman dokumen.
- Fill & Sign: Mengisi formulir dan menambahkan tanda tangan elektronik pada dokumen secara digital.
- Protect PDF: Memberikan perlindungan pada dokumen, seperti menambahkan kata sandi atau membatasi akses dan tindakan tertentu pada file.
- Collaborate: Memberikan komentar, catatan, dan masukan pada dokumen sehingga proses review dapat dilakukan secara digital.
Dengan fitur tersebut, Acrobat dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti membuat proposal, mengedit kontrak, mengisi formulir, melakukan review dokumen, hingga mengirim dokumen untuk ditandatangani.
Software ini cocok untuk tim administrasi, HR, legal, finance, sales, dan departemen lain yang rutin membuat atau mengelola dokumen digital. Perusahaan juga dapat menggunakannya untuk mengurangi proses cetak dan pemindaian dokumen dalam alur kerja sehari-hari.
2. Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator
Photoshop dan Illustrator sama-sama digunakan untuk kebutuhan desain, tetapi fungsi utamanya berbeda. Photoshop lebih cocok untuk mengolah foto dan gambar, sedangkan Illustrator digunakan untuk membuat desain berbasis vektor seperti logo, ikon, dan ilustrasi.
Dengan Adobe Photoshop, tim dapat mengerjakan berbagai kebutuhan visual, seperti:
- Mengedit foto produk sebelum digunakan di website, marketplace, katalog, atau media sosial.
- Membuat banner, poster, iklan digital, thumbnail, dan konten visual lainnya.
- Memperbaiki warna dan pencahayaan atau menghapus objek yang tidak diperlukan dari foto.
- Menggabungkan beberapa gambar dan elemen visual menjadi satu desain.
Sementara itu, Adobe Illustrator lebih banyak digunakan untuk:
- Membuat logo dan elemen identitas visual perusahaan.
- Membuat ilustrasi, ikon, infografis, dan grafik berbasis vektor.
- Menyiapkan desain yang perlu digunakan dalam berbagai ukuran tanpa kehilangan kualitas.
- Membuat aset branding dengan bentuk, garis, dan warna yang konsisten.
Kedua aplikasi ini banyak digunakan oleh tim desain, creative, marketing, advertising, dan social media. Jika kebutuhan tim lebih banyak mengedit foto atau membuat konten berbasis gambar, Photoshop sudah dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, jika tim juga mengerjakan logo, ilustrasi, atau aset branding berbasis vektor, Illustrator akan lebih dibutuhkan.
DSG menyarankan perusahaan memetakan jenis pekerjaan tim terlebih dahulu sebelum menentukan lisensi. Jika kebutuhan desain cukup beragam, Photoshop dan Illustrator dapat digunakan bersama karena keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.
3. Adobe Premiere Pro
Adobe Premiere Pro adalah software untuk mengedit dan menyusun video. Software ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat konten media sosial hingga video promosi dan komunikasi perusahaan.
Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan dengan Premiere Pro antara lain:
- Mengedit dan memotong video: Menyusun beberapa rekaman menjadi satu video dan membuang bagian yang tidak diperlukan.
- Menambahkan teks dan grafis: Membuat judul, subtitle, caption, dan elemen grafis untuk melengkapi video.
- Mengolah audio: Mengatur volume, membersihkan suara, serta menambahkan musik atau efek suara.
- Memberikan efek dan transisi: Menambahkan efek visual dan transisi untuk membuat perpindahan antarklip lebih rapi.
- Mengatur warna video: Menyesuaikan warna dan pencahayaan agar tampilan video lebih konsisten.
- Menyiapkan video untuk berbagai platform: Mengekspor video dengan pengaturan yang sesuai untuk kebutuhan media sosial, website, presentasi, atau kanal digital lainnya.
Premiere Pro banyak digunakan oleh tim content marketing, social media, creative, video production, dan tim komunikasi perusahaan. Misalnya, tim marketing dapat menggunakannya untuk membuat video promosi, sedangkan tim social media dapat mengolah video pendek untuk Instagram, TikTok, atau YouTube.
Untuk perusahaan yang rutin memproduksi video dan sudah memiliki tim kreatif internal, Premiere Pro dapat menjadi pilihan lisensi Adobe untuk kebutuhan editing yang lebih profesional. Namun, jika kebutuhan video hanya sesekali dan sederhana, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan frekuensi penggunaan sebelum membeli lisensi khusus.
5. Adobe InDesign
Adobe InDesign adalah software untuk menyusun layout dokumen dengan banyak halaman, baik untuk kebutuhan cetak maupun digital. Aplikasi ini digunakan untuk mengatur teks, gambar, tabel, dan elemen desain agar tersusun rapi dan konsisten dalam satu dokumen.
Beberapa kebutuhan yang dapat dikerjakan dengan InDesign antara lain:
- Membuat katalog dan brosur: Menata foto, deskripsi produk, harga, dan informasi lainnya dalam beberapa halaman.
- Menyusun company profile: Menggabungkan teks, gambar, dan elemen identitas perusahaan dalam dokumen yang terstruktur.
- Membuat laporan dan publikasi: Menyusun laporan tahunan, majalah internal, newsletter, atau publikasi perusahaan lainnya.
- Menyiapkan materi untuk kebutuhan cetak: Mengatur ukuran halaman, margin, dan elemen layout sebelum dokumen dicetak.
- Mengelola dokumen multi-halaman: Menjaga format teks, gambar, nomor halaman, dan elemen desain tetap konsisten di seluruh dokumen.
InDesign cocok digunakan oleh perusahaan retail, manufaktur, penerbit, agensi, perusahaan properti, hingga bisnis yang rutin membuat materi pemasaran dan publikasi dalam jumlah banyak. Misalnya, perusahaan retail dapat menggunakannya untuk membuat katalog produk, sedangkan perusahaan properti dapat memanfaatkannya untuk menyusun brosur proyek dan company profile.
6. Adobe Lightroom
Adobe Lightroom merupakan software untuk mengelola dan mengedit foto dalam jumlah banyak. Selain melakukan penyesuaian pada foto, Lightroom membantu pengguna mengatur dan mengelompokkan koleksi foto agar lebih mudah ditemukan dan dikelola.
Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan dengan Lightroom antara lain:
- Mengedit foto secara konsisten: Menyesuaikan warna, pencahayaan, kontras, dan tampilan foto agar memiliki hasil yang seragam.
- Mengedit banyak foto sekaligus: Menerapkan pengaturan yang sama pada sejumlah foto untuk mempercepat proses editing.
- Mengelola koleksi foto: Mengatur dan mengelompokkan foto berdasarkan proyek, produk, atau kebutuhan tertentu.
- Menyiapkan foto untuk berbagai kebutuhan: Mengatur hasil foto agar siap digunakan untuk katalog, website, marketplace, maupun media sosial.
Lightroom cocok untuk bisnis retail, e-commerce, fashion, properti, travel, hospitality, dan perusahaan lain yang rutin menghasilkan banyak foto. Misalnya, toko online yang memiliki ratusan foto produk dapat menggunakan Lightroom untuk mempercepat proses editing sekaligus menjaga tampilan seluruh katalog tetap konsisten.
DSG menyarankan Lightroom untuk perusahaan yang memiliki volume foto tinggi dan membutuhkan proses editing yang konsisten. Jika pekerjaan lebih banyak berupa manipulasi gambar, menghapus objek, atau membuat komposisi visual yang kompleks, Photoshop lebih sesuai.
7. Adobe Creative Cloud Pro untuk Tim
Kalau satu tim hanya membutuhkan Photoshop, membeli satu aplikasi saja tentu lebih masuk akal. Namun, bagaimana jika desainer menggunakan Photoshop dan Illustrator, tim video membutuhkan Premiere Pro, sementara tim lain juga menggunakan InDesign atau Acrobat? Dalam kondisi seperti ini, Adobe Creative Cloud Pro untuk tim bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Paket ini memberikan akses ke lebih dari 20 aplikasi Adobe dalam satu paket. Selain aplikasi kreatif seperti Photoshop, Illustrator, InDesign, dan Premiere Pro, pengguna juga mendapatkan Acrobat Pro serta berbagai fitur untuk mendukung pekerjaan tim.
Beberapa fasilitas Creative Cloud Pro yang tersedia di antaranya:
- 20+ aplikasi Adobe: Tim dapat menggunakan berbagai aplikasi untuk desain, foto, video, layout, dan dokumen tanpa harus membeli setiap aplikasi secara terpisah.
- Pengelolaan lisensi terpusat: Admin dapat mengatur lisensi dan akses pengguna melalui Admin Console.
- Penyimpanan cloud 1 TB per pengguna: Memudahkan pengguna menyimpan dan mengakses aset kerja melalui cloud.
- Creative Cloud Libraries: Tim dapat menyimpan dan menggunakan aset seperti logo, warna, dan elemen desain secara bersama untuk menjaga konsistensi brand.
- Fitur kolaborasi tim: Memudahkan anggota tim bekerja dengan aset dan dokumen yang sama dalam proses produksi konten.
Creative Cloud Pro untuk tim paling cocok untuk perusahaan yang memiliki beberapa kebutuhan kreatif sekaligus. Agensi, perusahaan e-commerce, media, advertising, maupun perusahaan yang memiliki tim marketing dan desain internal dapat mempertimbangkan paket ini jika anggota tim memang menggunakan beberapa aplikasi Adobe dalam pekerjaan sehari-hari.
Sebaliknya, perusahaan yang hanya membutuhkan Photoshop untuk satu atau dua pengguna belum tentu membutuhkan paket All Apps. Dalam kondisi tersebut, lisensi aplikasi tunggal bisa lebih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Jadi, pertimbangan utamanya bukan sekadar jumlah aplikasi yang tersedia, tetapi berapa banyak aplikasi yang benar-benar digunakan oleh tim. Semakin beragam kebutuhan dan semakin banyak pengguna yang membutuhkan aplikasi Adobe, semakin relevan paket Creative Cloud Pro untuk tim dipertimbangkan.
Cara Menentukan Produk Adobe yang Tepat untuk Bisnis Anda
Tidak semua perusahaan membutuhkan produk Adobe yang sama. Ada yang hanya membutuhkan Acrobat untuk dokumen, ada yang memerlukan Photoshop untuk kebutuhan desain, dan ada pula yang membutuhkan beberapa aplikasi sekaligus untuk satu tim.
Sebelum membeli lisensi Adobe, coba cek beberapa hal berikut:
1. Siapa yang akan menggunakan?
Tentukan karyawan atau tim yang benar-benar membutuhkan Adobe. Jangan membeli lisensi untuk seluruh karyawan jika hanya beberapa orang yang menggunakannya.
2. Pekerjaan apa yang akan dikerjakan?
Sesuaikan aplikasi dengan kebutuhan. Photoshop cocok untuk mengolah gambar, Premiere Pro untuk editing video, sedangkan Acrobat untuk mengelola PDF.
3. Berapa banyak aplikasi yang dibutuhkan?
Jika satu pengguna hanya membutuhkan satu aplikasi, lisensi aplikasi tunggal bisa menjadi pilihan. Namun, jika pengguna membutuhkan beberapa aplikasi Adobe sekaligus, Creative Cloud Pro untuk tim dapat dipertimbangkan.
4. Apakah tim perlu bekerja bersama?
Untuk perusahaan dengan beberapa pengguna, fitur seperti penyimpanan cloud, Libraries, dan pengelolaan lisensi terpusat dapat menjadi pertimbangan.
5. Berapa anggaran yang tersedia?
Bandingkan kebutuhan aplikasi dan jumlah pengguna dengan paket yang tersedia agar perusahaan tidak membayar fitur atau lisensi yang tidak digunakan.
Pastikan Anda sudah menyesuaikan kebutuhan lisensi sesuai dengan pekerjaan dan jumlah pengguna di perusahaan. Memilih paket yang lebih lengkap belum tentu lebih menguntungkan jika sebagian besar aplikasinya tidak digunakan.
Pilih Lisensi Adobe Sesuai Kebutuhan Bisnis
Membeli lisensi Adobe dari reseller resmi membantu perusahaan mendapatkan produk dengan lisensi yang legal sekaligus dukungan dalam proses pembelian dan pengelolaannya. Anda juga bisa mendapatkan bantuan untuk menentukan produk dan jumlah lisensi yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Tidak yakin harus memilih aplikasi tunggal atau paket Creative Cloud untuk tim? Tim DSG dapat membantu Anda menyesuaikan pilihan Adobe dengan kebutuhan, jumlah pengguna, dan anggaran perusahaan.
DSG merupakan reseller resmi Adobe di Indonesia dan menyediakan berbagai produk Adobe untuk kebutuhan bisnis. Hubungi tim DSG untuk berkonsultasi dan temukan lisensi Adobe yang paling sesuai untuk perusahaan Anda.



















