Apakah Anda seorang karyawan yang tiap hari butuh login ke banyak tools maupun akun pekerjaan?
Atau Anda owner yang menyimpan data pelanggan di berbagai platform?
Jika iya, berhati-hatilah karena satu akun dengan password yang lemah atau dipakai berulang bisa menjadi pintu masuk peretas ke seluruh sistem.
Namun memiliki banyak akun dengan password yang berbeda-beda tentu juga cukup repot. Maka, banyak orang yang menggunakan aplikasi password manager. Kali ini DSG akan merekomendasikan best password manager yang terpercaya dan sesuai untuk kebutuhan tim kerja dan bisnis Anda.
Rekomendasi Best Password Manager 2026
Password manager adalah aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengamankan berbagai password dalam satu tempat.
Ketika Anda menggunakan platform password manager, tidak perlu lagi mengingat banyak password atau menggunakan password yang sama untuk berbagai akun. Tools ini juga biasanya dilengkapi fitur seperti generator password, autofill, dan sinkronisasi antar perangkat.
Sebagai perusahaan cybersecurity yang menangani ratusan keamanan perusahaan, DSG menyarankan untuk memilih password manager berdasarkan rekam jejak keamanan, apakah pernah diaudit pihak independen, dan seberapa transparan penyedianya soal hasil audit tersebut.
Hal ini perlu diperhatikan terutama jika tools tersebut akan dipakai bersama tim kerja atau menyimpan data pelanggan bisnis, bukan sekadar akun pribadi. Berikut beberapa pilihan best password manager yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan:
1. Bitwarden
Best password manager pertama adalah Bitwarden. Tools ini bersifat open source dan dirilis pertama kali pada 2016 lalu oleh Bitwarden Inc. Tools ini umumnya digunakan oleh individu maupun tim kecil yang butuh fitur lengkap tapi bisa dinikmati secara gratis.
Untuk enkripsi, Bitwarden menggunakan algoritma PBKDF2-SHA256 dengan ratusan ribu iterasi, jauh di atas standar minimum yang direkomendasikan NIST SP 800-63B, pedoman resmi otoritas keamanan siber AS soal manajemen autentikasi.
Kelebihan dari Bitwarden versi free:
- menyimpan password tanpa batas dan tidak dibatasi di perangkat manapun
- kode open-source bisa diaudit publik
- Tersedia di Android, iPhone, dan Mac
Namun kekurangannya tampilan UI standar dan fitur kolaborasi tim relatif sederhana dibanding tools lainnya.
2. 1Password
1Password adalah tools password manager yang sangat dikenal dan dikembangkan oleh AgileBits asal Kanada dan dirilis pertama kali pada tahun 2006.
1Password rutin menjalani audit keamanan independen oleh Cure53 dan sudah mengantongi sertifikasi SOC 2 Type 2 serta ISO 27001.
Fitur Watchtower miliknya terintegrasi dengan basis data kebocoran Have I Been Pwned, sehingga bisa memberi peringatan jika salah satu akun Anda terdeteksi dalam insiden kebocoran data.
Baca Juga : 11 Cara Membuat Kata Sandi yang Aman, Bukan Tanggal Lahir
Kelebihan dari 1 Password:
- antarmuka rapi dan konsisten di semua platform
- riwayat audit transparan
- fitur Travel Mode untuk menyembunyikan vault sensitif saat bepergian
Namun kekurangannya tidak ada versi gratis, Anda hanya bisa mencobanya lewat fitur trial terbatas.
1Password cocok untuk tim Anda yang butuh password manager dengan rekam jejak audit keamanan yang kuat dan UI yang interaktif untuk anggota tim.
3. NordPass
NordPass diluncurkan pada 2020 oleh Nord Security, perusahaan yang sama di balik NordVPN. Banyak pengguna memilih NordPass umumnya karena sudah familiar dengan ekosistem produk Nord.
NordPass memakai enkripsi berbasis algoritma xChaCha20 yang diklaim sedikit lebih cepat dibanding AES-256 terutama di perangkat mobile. Selain itu tools ini juga telah melalui audit independen oleh Cure53.
Untuk kelebihan dari NordPass adalah:
- UI yang ramah pengguna awam
- opsi manajemen tim untuk bisnis kecil
- kecepatan enkripsi baik di perangkat mobile
Namun sayangnya fitur berbagi password lintas tim masih cukup terbatas.
Jika perusahaan Anda sudah berlangganan produk Nord Security lainnya, DSG menyarankan agar mengambil tools password manager mereka juga.
4. Proton Pass
Proton Pass dikembangkan oleh Proton AG, perusahaan asal Swiss yang juga dikenal lewat layanan email terenkripsi ProtonMail pada 2023. Proton Pass dibangun oleh tim ilmuwan yang sebagian berlatar belakang CERN yang fokus untuk memberikan privasi menyeluruh.
Sebagai bagian dari ekosistem Proton, Proton Pass bersifat open-source dan menggunakan enkripsi end-to-end, sehingga data yang tersimpan tidak bisa dibaca bahkan oleh pihak penyedia sekalipun
Kelebihan dari tools ini adalah:
- privasi yang sangat dijaga dengan enkripsi end-to-end
- terintegrasi dengan layanan Proton lain (email, VPN, cloud storage)
- open-source
Kekurangannya hanyalah ekosistem fitur bisnis yang masih cukup baru dan belum sematang 1Password atau NordPass.
Namun jika kantor Anda terbiasa menggunakan layanan Proton atau sangat memprioritaskan privasi, maka silahkan menggunakan Proton Pass.
5. KeePassXC
KeePassXC adalah fork komunitas dari KeePass, password manager open-source yang sudah ada sejak awal 2000-an. KeePassXC sendiri bersifat self-hosted, artinya tidak ada server pihak ketiga yang menyimpan data Anda karena semua tersimpan lokal atau di infrastruktur yang Anda kelola sendiri.
Kelebihan dari tools self hosted adalah:
- sepenuhnya gratis
- kontrol data 100% di tangan pengguna
- cocok untuk kebutuhan kepatuhan data yang ketat
Namun tentu ada kekurangan seperti ketiadaan sinkronisasi cloud bawaan (perlu diatur manual lewat layanan sinkronisasi pihak ketiga) dan banyak yang mengeluhkan tampilannya terlalu dan kurang ramah untuk pemula.
Cocok untuk perusahaan yang butuh kontrol data penuh, termasuk yang memiliki kewajiban kepatuhan data ketat.
6. RoboForm
RoboForm dikembangkan oleh Siber Systems dan menjadi salah satu password manager paling lawas di pasar. Roboform sendiri pertama dirilis pada akhir 1990-an.
RoboForm dikenal luas berkat fitur pengisian formulir otomatis dan pada 2026 bahkan dinobatkan sebagai salah satu password manager terbaik oleh Security.org.
RoboForm memakai enkripsi AES-256 dengan PBKDF2-SHA256. Tersedia dalam versi free dengan penyimpanan password tanpa batas di satu perangkat. Anda juga bisa menggunakan tools ini lintas platform mulai dari Android, iPhone, Mac, hingga Windows.
Kelebihan dari Roboform adalah:
- Memiliki harga premium sangat terjangkau
- fitur form-filling terbaik di kelasnya
- paket bisnis tanpa batas jumlah anggota tim
Namun sayangnya aplikasi ini banyak dinilai ‘kurang modern’ jika dibandingkan dengan kompetitor lain di atas.
Jika perusahaan Anda adalah UMKM yang sering mengisi formulir online dan butuh solusi terjangkau tanpa batas jumlah pengguna, maka Roboform bisa mejadi pilihan terbaik.
Cara Memilih Password Manager yang Tepat untuk Bisnis Anda
Selain fitur, perusahaan perlu mempertimbangkan aspek keamanan, kontrol akses, kepatuhan, dan kemudahan pengelolaan dalam jangka panjang. Berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih best password manager untuk bisnis Anda.
Baca Juga : Contoh Kata Sandi Alfanumerik yang Aman dan Mudah Dibuat
1. Cek riwayat audit dan sertifikasi
Rekam jejak audit independen bisa menjadi pertimbangan. Pastikan penyedia memiliki sertifikasi atau standar keamanan yang relevan, seperti ISO 27001 atau SOC 2, serta transparan mengenai audit keamanan yang pernah dilakukan.
2. Pastikan tersedia role-based access control (RBAC)
Dalam lingkungan kerja, tidak semua anggota tim membutuhkan akses yang sama. Pilih password manager yang memungkinkan perusahaan untuk mengatur hak akses berdasarkan peran. Tujuannya agar kredensial tertentu bisa dibagikan kepada anggota yang membutuhkan tanpa membuka akses ke seluruh vault perusahaan.
3. Perhatikan kesesuaian dengan regulasi perlindungan data di Indonesia
UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) mewajibkan perusahaan untuk memperhatikan bagaimana data dan kredensial karyawan dikelola, disimpan, dan dilindungi.
Password manager yang digunakan sebaiknya mendukung praktik pengelolaan data yang sejalan dengan kebijakan dan kewajiban perlindungan data perusahaan.
4. Cek dukungan untuk SSO dan MFA
Saat jumlah pengguna mulai bertambah, cek apakah ada dukungan integrasi single sign-on (SSO) untuk mempermudah pengelolaan akun dan multi-factor authentication (MFA).
5. Tentukan apakah membutuhkan self-hosted atau cloud
Perusahaan yang membutuhkan kontrol infrastruktur dan data yang lebih besar mungkin mempertimbangkan opsi self-hosted, seperti KeePassXC.
Namun untuk bisnis yang mengutamakan kemudahan implementasi dan pengelolaan bisa memilih layanan berbasis cloud dari penyedia tepercaya, seperti 1Password atau NordPass.
Password manager sendiri hanyalah salah satu bagian dari sistem keamanan perusahaan. Oleh karena itu, pemilihan tool butuh dilaksanakan beriringan dengan kebijakan akses, prosedur offboarding karyawan, dan aturan keamanan data internal perusahaan.
Kesimpulan
Tidak ada satu jawaban pasti untuk menentukan best password manager karena kebutuhan pengguna pribadi dan bisnis memiliki prioritas yang berbeda.
Untuk penggunaan pribadi, pilih tools yang memiliki transparansi audit, keamanan enkripsi, dan kemudahan penggunaan. Adapun untuk bisnis, maka perhatikan kontrol akses, kepatuhan, integrasi keamanan, dan kesesuaian dengan regulasi perlindungan data juga perlu menjadi pertimbangan.
Jika Anda membutuhkan bantuan untuk memilih dan menerapkan password manager yang sesuai dengan kebutuhan keamanan bisnis, tim DSG siap membantu.
Mulai dari mengevaluasi pilihan tool hingga menyusun kebijakan akses dan pengelolaan kredensial untuk tim, Anda dapat berkonsultasi dengan tim Keamanan Data DSG untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai.



















