fbpx

Kasus Kebocoran Data Pribadi di Indonesia

Daftar Isi

Kebocoran Data Pribadi di Indonesia

Akhir-akhir ini masyarakat mulai dihebohkan dengan hadirnya Bjorka seorang hacker yang berhasil membobol data-data pribadi masyarakat. Data-data ini dipublikasikan dan dijualbelikan berupa NIK, KTP, nomor ponsel, alamat, status vaksin, data-data PLN, bahkan rahasia BIN dan presiden Bjorka berhasil dapatkan. Dibalik aksinya ini tentunya ada beberapa pihak yang dirugikan baik dengan dampak yang kecil atau besar. Di Indonesia sendiri kasus kebocoran data pribadi sudah banyak terjadi dengan banyak korban.

Kasus Besar yang Pernah Terjadi

Berikut ini akan kami bagikan beberapa kasus kebocoran data pribadi besar yang pernah terjadi di Indonesia.

  1. Penjualan data nasabah BRI Life

Kasus ini terjadi pada tahun 2021, dimana saat itu kasus muncul di media sosial atas dugaan penjualan sebanyak 2.000.000 data nasabah BRI Life dan berhasil terjual dengan harga $7000 atau sekitar Rp. 101,6 juta. Informasi yang didapatkan ini berasal dari cuitan akun Twitter milik @HRock. Data-data tersebut adalah berupa KTP elektronik, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah.

  1. Penjualan data Tokopedia

Penjualan data-data pengguna e-commerce Tokopedia pada tahun 2020 berhasil dibobol oleh cyberattack. Salah satu pengguna akun Twitter dengan username @underthebreach menyebut bahwa pelaku menjual database Tokopedia sebanyak 91 juta akun yang seharga $5.000 atau sekitar Rp 75,8 juta di dark web. Akun tersebut juga mengatakan bahwa aksi tersebut sudah dilakukan sejak 2 bulan sebelumnya.

  1. Kebocoran data BPJS Kesehatan

Tahun 2021, beberapa data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dijual pada Raid Forums degan harga 0,15 bitcoin. Pada forum tersebut akun penjual data peserta BPJS dengan nama id ‘Kotz’. Menurut pengakuannya total ada 279 juta data yang ia miliki, 20 juta diantaranya memiliki foto personal, dan data tersebut terdapat data dari orang yang sudah meninggal. Bahkan ‘Kotz’ membagikan 1 juta contoh data yang dibagikan secara cuma-cuma untuk diuji.

Kesimpulan

Kasus kejahatan siber yang terjadi di Indonesia juga tak kalah besar dengan kasus kejahatan lainnya. Bila di Indonesia tidak meningkatkan awareness mengenai perlindungan siber kemungkinan besar akan terjadi kasus kejahatan siber, terlebih lagi akan semakin meningkatkan potensi Indonesia menjadi negara incaran para cyber attack. Kita dapat belajar dari tiga kasus diatas, bahwa sekali kejahatan siber terjadi bisa meraup kerugian yang sangat besar serta menimbulkan korban hingga jutaan orang. Maka dari itu hendaknya kita semakin berhati-hati dengan dunia digital yang makin hari makin berbahaya.

Baca artikel mengenai perlindungan siber lainnya disini.

Referensi:

https://nasional.tempo.co/read/1501790/6-kasus-kebocoran-data-pribadi-di-indonesia

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Kasus Kebocoran Data Pribadi di Indonesia ?