Sudah mentransfer uang untuk membeli barang, tetapi penjual tidak kunjung mengirim pesanan? Atau Anda baru menyadari bahwa rekening tujuan transfer ternyata digunakan untuk penipuan?
Jika mengalami situasi tersebut, segera kumpulkan bukti dan lakukan pelaporan melalui kanal yang tepat. Kecepatan penanganan menjadi penting, terutama untuk membantu mengamankan dana yang masih dapat ditelusuri atau diblokir.
Selain menangani kerugian, Anda juga perlu memastikan akun dan data pribadi tetap aman agar tidak dimanfaatkan kembali oleh pelaku. Berikut cara melaporkan penipuan online, bukti yang perlu disiapkan, dan kanal resmi yang dapat Anda gunakan.
Cara Melaporkan Penipuan Online
Untuk melaporkan penipuan online, Anda perlu menyiapkan bukti kejadian dan memilih kanal pengaduan yang sesuai. Berikut panduan yang dapat diikuti, mulai dari persiapan bukti dokumen hingga proses pelaporan melalui layanan resmi.
A. Bukti yang Perlu Disiapkan untuk Melaporkan Penipuan Online
Saat melaporkan penipuan online, petugas membutuhkan informasi yang jelas untuk memahami kejadian. Mengacu pada panduan pelaporan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK, korban penipuan perlu menyiapkan identitas, informasi rekening, kronologi kejadian, dan bukti pendukung.
Berikut beberapa bukti yang perlu dikumpulkan:
- Identitas pelapor: Siapkan KTP atau dokumen identitas lain sesuai persyaratan layanan, beserta nomor telepon dan email aktif.
- Bukti transaksi: Simpan bukti transfer, pembayaran, atau riwayat transaksi yang menunjukkan tanggal, nominal, dan informasi penerima.
- Informasi rekening terkait: Catat nama bank, nomor rekening pengirim dan penerima, atau akun dompet digital yang terlibat.
- Riwayat komunikasi: Simpan tangkapan layar percakapan WhatsApp, SMS, email, atau pesan media sosial yang berkaitan dengan kejadian.
- Informasi akun pelaku: Catat nomor telepon, alamat email, nama akun media sosial, tautan profil, atau alamat website yang digunakan.
- Bukti pendukung lainnya: Sertakan iklan, bukti pemesanan, penawaran kerja, dokumen investasi, tautan phishing, atau notifikasi aktivitas akun mencurigakan.
- Kronologi kejadian: Tuliskan urutan peristiwa, mulai dari kontak pertama, tindakan yang dilakukan, hingga kerugian atau penyalahgunaan yang diketahui.
Bukti yang diperlukan bisa jadi berbeda-beda sesuai jenis penipuan. Misal, korban penipuan belanja online bisa menyertakan bukti pembayaran, sedangkan korban phishing butuh melampirkan link palsu dan informasi aktivitas akun mencurigakan.
Baca Juga : Data Pribadi Bocor? Ini 5 Langkah yang Harus Segera Dilakukan!
Pastikan bukti tersimpan secara utuh tanpa mengubah informasi penting, seperti tanggal, waktu, dan identitas akun. Detail tersebut dapat membantu petugas menelusuri kronologi penipuan.
Namun, jika penipuan melibatkan transfer uang, segera hubungi bank atau penyedia layanan keuangan terkait agar transaksi bisa ditindaklanjuti secepat mungkin.
B. Kanal Resmi untuk Melaporkan Penipuan Online
Masih bingung harus lapor penipuan online ke mana? Anda dapat menggunakan beberapa kanal resmi sesuai jenis kasus yang dialami. Tabel berikut membantu Anda menentukan layanan yang tepat:
| Jenis Kasus Penipuan | Kanal Pelaporan |
| Transfer uang kepada pihak yang diduga melakukan penipuan | Bank atau dompet digital dan IASC OJK |
| Dugaan tindak pidana penipuan | Kepolisian |
| Rekening yang diduga digunakan untuk penipuan | CekRekening |
| Telepon atau SMS yang terindikasi penipuan | AduanNomor |
| Akun media sosial atau website yang terindikasi penipuan | Platform terkait atau AduanKonten |
C. Langkah-Langkah Melaporkan Penipuan Online
Prosedur pelaporan penipuan online berbeda pada setiap layanan. Ikuti langkah-langkah berikut sesuai dengan kasus yang dialami dan pastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan bukti kejadian.
1. Hubungi Bank atau Penyedia Dompet Digital
Cara melaporkan penipuan online setelah transfer dimulai dengan menghubungi bank atau penyedia dompet digital yang digunakan. Petugas akan memeriksa informasi transaksi dan menjelaskan penanganan yang tersedia.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Hubungi layanan pelanggan melalui aplikasi atau website resmi
- Sampaikan dugaan penipuan beserta kronologi kejadian
- Informasikan nomor rekening tujuan, waktu transaksi, dan nominal transfer
- Sertakan bukti pembayaran sesuai arahan petugas
- Tanyakan prosedur penanganan dan simpan nomor pengaduan
Jika Anda sempat memberikan PIN, kata sandi, atau OTP kepada pelaku, segera informasikan kepada penyedia layanan. Setelah itu, periksa aktivitas akun dan ganti kata sandi melalui perangkat yang aman.
Perlu dipahami bahwa meski Anda membuat laporan ke Bank, bukan berarti pihak Bank bisa otomatis membatalkan transfer atau menjamin uang kembali. Proses penanganannya bergantung pada kondisi transaksi dan prosedur lembaga keuangan masing-masing.
Baca Juga : Waspada, 7 Cara Agar Terhindar dari Penipuan Daring
2. Laporkan Penipuan melalui IASC OJK
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) adalah pusat koordinasi penanganan penipuan transaksi keuangan yang dipimpin OJK melalui Satgas PASTI. Layanan ini membantu koordinasi dengan lembaga keuangan untuk mengupayakan pengamanan dana korban.
Berikut cara melaporkan penipuan online melalui IASC:
- Kunjungi website resmi iasc.ojk.go.id
- Pilih layanan pelaporan penipuan transaksi keuangan
- Isi identitas pelapor dan informasi kontak aktif
- Masukkan informasi rekening pengirim dan penerima
- Cantumkan waktu, nominal transaksi, serta kronologi kejadian
- Unggah bukti transfer, percakapan, dan dokumen pendukung
- Kirim laporan dan simpan nomor yang diberikan
Anda dapat memantau perkembangan kasus melalui fitur pengecekan status laporan pada portal IASC.
3. Buat Laporan Polisi
Penipuan online yang diduga mengandung unsur tindak pidana dapat dilaporkan kepada kepolisian untuk ditangani melalui proses hukum. Anda bisa datang ke kantor polisi terdekat dan mengajukan laporan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan identitas, bukti transaksi, percakapan, dan kronologi kejadian
- Datangi SPKT dan sampaikan dugaan penipuan online
- Jelaskan kronologi serta informasi pelaku yang diketahui
- Serahkan bukti dan ikuti proses pemeriksaan petugas
- Simpan tanda terima serta nomor laporan polisi jika diterbitkan
4. Laporkan Rekening Penipu melalui CekRekening
CekRekening adalah layanan Komdigi untuk memeriksa dan mengadukan rekening yang terindikasi digunakan dalam penipuan atau kejahatan digital.
Misalnya jika penjual tidak mengirim barang setelah transfer, maka simpan bukti pesanan, pembayaran, dan percakapan mengenai pengiriman. Informasi tersebut dapat melengkapi kronologi yang disampaikan saat melapor.
Untuk mengajukan pengaduan, kunjungi cekrekening.id. Selanjutnya pilih fitur pelaporan yang tersedia, kemudian isi informasi rekening, kronologi, dan bukti pendukung sesuai petunjuk layanan.
Selain untuk melapor, Anda dapat memanfaatkan CekRekening untuk memeriksa apakah rekening tujuan pernah dilaporkan terkait dugaan penipuan. Namun, tidak adanya riwayat pengaduan bukan jaminan bahwa rekening tersebut aman digunakan untuk bertransaksi.
5. Laporkan Nomor Penipu melalui AduanNomor
Nomor telepon yang diduga digunakan untuk penipuan melalui panggilan atau SMS dapat dilaporkan melalui layanan AduanNomor Komdigi.
Baca Juga : 5 Cara Cek Nomor Telepon Tidak Dikenal, Hati-Hati Penipuan!
Kunjungi aduannomor.id, lalu ikuti petunjuk pengaduan. Cantumkan nomor yang dilaporkan, jelaskan kronologi kejadian, dan sertakan bukti komunikasi sesuai ketentuan.
Pastikan bukti komunikasi menunjukkan nomor yang dilaporkan, isi pesan, dan waktu kejadian. Informasi tersebut diperlukan untuk membantu proses verifikasi pengaduan sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan terhadap nomor terlapor.
6. Laporkan Akun atau Website Penipuan
Jika menemukan akun media sosial, toko online, atau website yang diduga digunakan untuk penipuan, Anda dapat melaporkannya melalui fitur pengaduan pada platform terkait.
Selain itu, Anda dapat menggunakan layanan AduanKonten Komdigi untuk melaporkan konten atau website penipuan. Sertakan tautan yang dilaporkan, kronologi singkat, dan tangkapan layar sebagai bukti pendukung.
Sebelum melapor, simpan alamat website atau tautan akun yang mencurigakan tanpa perlu membukanya kembali. Hindari mengakses ulang tautan phishing karena berisiko mengarahkan Anda ke halaman palsu yang meminta informasi pribadi.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Melaporkan Penipuan Online?
Setelah mengajukan laporan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memantau penanganan kasus dan mencegah kerugian lebih lanjut.
- Catat nomor laporan, tanggal pengajuan, serta kanal yang digunakan sebagai saat Anda ingin menanyakan perkembangan kasus.
- Periksa status laporan secara berkala melalui website atau layanan pelanggan terkait. Jika petugas meminta dokumen tambahan, pastikan Anda mengirimkannya melalui saluran resmi.
- Jika pelaku mengetahui kata sandi atau informasi akses, segera ubah kredensial, aktifkan autentikasi multifaktor (MFA), dan periksa aktivitas login yang tidak dikenal.
- Waspadai penipuan berkedok pengembalian dana. Pelaku dapat menghubungi korban kembali dengan mengaku sebagai petugas atau pihak yang mampu mengembalikan uang. Jangan memberikan OTP, PIN, atau membayar biaya tambahan tanpa memverifikasi identitas pihak tersebut.
Waktu penanganan laporan bergantung pada kondisi kasus dan proses pemeriksaan. Jika mengalami kendala atau belum menerima perkembangan, hubungi kembali layanan terkait menggunakan nomor laporan yang sudah diberikan.
Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penipuan Online
Saat Anda menjadi korban penipuan online, segera laporkan kejadian tersebut melalui kanal resmi agar kasus dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
Selain kerugian finansial, penipuan online juga dapat membahayakan keamanan akun dan data pribadi. Informasi yang sudah diperoleh pelaku berisiko disalahgunakan, bahkan setelah kejadian dilaporkan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber, DSG memahami pentingnya mengenali ancaman digital sejak dini. Melalui blog DSG, kami membagikan berbagai informasi tentang phishing, social engineering, perlindungan data, dan ancaman siber lainnya.
Kenali berbagai modus penipuan dan ancaman digital lainnya melalui artikel edukasi di blog DSG agar Anda lebih waspada saat beraktivitas di dunia maya.


















