fbpx

Ancaman Cyber di Indonesia Sepanjang Tahun 2022

Ancaman Cyber di Indonesia Sepanjang Tahun 2022

Daftar Isi

Ancaman cyber di Indonesia lebih dari 700 juta selama tahun 2022, menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dari banyaknya serangan tersebut paling banyak adalah serangan ransomware dan malware yang meminta uang tebusan kepada para pemilik data.

Salah satu kejahatan siber yang paling ramai diperbincangkan di tahun 2022 adalah hacker Bjorka yang mengklaim bahwa dirinya telah memboocorkan sejumlah data di Indonesia.

Ancaman Cyber di Indonesia Selama 2022

Tak hanya Bjorka saja, sebenarnya ada beberapa kasus besar lainnya, berikut adalah kasus kebocoran data selama tahun 2022:

1. Data Bank Indonesia

Bank Indonesia terkena dampak kasus kebocoran data pada awal Januari 2022. Kebocoran data yang terjadi menyerang sekitar 16 PC di kantor cabang Bank Indonesia Bengkulu. Setelah hal ini terjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan cepat menangani kasus ini. Kemudian setelah penyelidikan, dilaporkan bahwa 20 kantor kota lain juga telah disusupi datanya, ujar Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber. Ditemukan sebanyak 52 ribu data yang bocor berasal dari 200 PC dan berukuran 74,82 GB.

2. Data Pelamar Kerja di Website Pertamina

Pada bulan Januari 2022, data para pelamar yang mencakup ijazah, tanggal lahir, alamt rumah, nomor ponsel, nama lengkap, transkrip akademik, BPJS, CV, keluarga, dan masih banyak lainnya mengalam kebocoran data.

3. Data Pelanggan PLN

BUMN atau Badan Usaha Milik Negara ternyata juga pernah mengalami kebocoran data. Kebocoran data ini diketahui dari pengguna Lolyta yang mengaku menyediakan dan menjual sekitar 17 juta data pelanggan PLN di internet.

4. Data Pasien Rumah Sakit

Terdapat beberapa RS di Indonesia yang pernah mendapati ancaman siber berupa kebocoran data nama lengkap, foto, riwayat penyakit, hasil tes covid, dan hasil X ray milik pasien dengan dokumen data sebesar 720 GB.

5. Data Pengguna Indihome

Sebesar 16,79 GB data pengguna Indihome mengalami kebocoran data. Data-data tersebut berisi riwayat browsing, NIK, nama lengkap, hingga jenis kelamin.

6. Data Pelanggan Jasa Marga Toll-Road Operator

Seseorang pemilik akun bernama Desorden mengkalim bahwa telah menjual data pengguna, perusahaan, karyawan, dan catatan keuangan Jasa Marga.

7. Data Perusahaan Indonesia

Beberapa perusahan di Indonesia mengalami kebocoran data hingga 347 GB yang mencakup data surat pemberitahuan tahunan, NPWP komisaris, dan NPWP perusahaan.

8. Data Registrasi Kartu SIM

Sebanyak 1,3 Miliar data registrasi SIM telah disebarkan oleh hacker yang menyebut dirinya sebagai Bjorka (September 2022). Selain itu Bjorka juga memberikan sampel gratis yang dibagikan di internet untuk membuktikan kebenaran data tersebut.

9. Bocornya Data Penduduk dari KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami kebocoran data penduduk yang mencakup nomor KK, data keluarga, NIK sebanyak 150 juta data.

10. Identitas Menkominfo

Lagi-lagi Bjorka membocorkan data pribadi Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate. Hacker mengungkapkan tindakan membocorkan identitas Memkominfo sebagai hadiah ulang tahun.

Kesimpulan

Saat ini meskipun jaman sudah terbilang cukup canggih, tapi nyatanya pemberantasan ancaman kejahatan siber juag masih banyak. Penyebabnya ada berbagai macam, diantanyat mungkin karena tidak ada perlindungan lapisan keamanan yang kuat, kata sandi lemah, atau kecerobohan lainnya yang membuka celah kepada hacker.

Dari banyaknya kasus kebocoran data diatas tentu saja kita mendapatkan pelajaran selama tahun 2022, yaitu ternyata data yang bersifat pribadi dan privasi sangatlah penting untuk dilindungi terlebih lagi jika data tersebut digital. Mari kita tingkatkan lagi awareness diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita mengenai perlindungan siber.

Jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya disini.

Baca Juga : Panduan Terlengkap Mengenai Keamanan Siber untuk Pelindungan Data

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Ancaman Cyber di Indonesia Sepanjang Tahun 2022 ?