fbpx

Tren Kejahatan Siber di Akhir 2022

Daftar Isi

Tren kejahatan siber yang terjadi di Indonesia selama tahun 2022 terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tapi terhitung dari tahun 2021 sebenarnya kejahatan siber sudah prediksi bahwa di tahun 2022 akan tetap berlangsung. Perusahaan layanan perlindungan data telah merilis laporan tahunan tentang ancaman kejahatan siber yang mungkin akan semakin marak di akhir tahun 2022 ini.

Prediksi Kejahatan Siber: 

Berikut adalah prediski kejahatan siber di akhir tahun 2022:

  1. Phising

Kejahatan phising masih menjadi ancaman paling utama di dunia siber. Phising adalah tindakan memancing (fishing) korbannya sehingga terjebak kedalam umpan yang dipasang oleh hacker.  Sebanyak 94% malware dikirimkan melalui email untuk memancing korbannya ke dalam lampiran, Dalam bentuk dokumen maupun link yang berbahaya. Saat ini kebanyakan dari para hacker banyak mengincar kode OTP atau password untuk menghack akun korbannya.

  1. Ransomware

Serangan ransomware sangatlah destruktif karena selain mendapatkan akses ke perusahaan, ia juga mendapatkan akses atas klien perusahaan. Ransomware akan menyerang dan masuk sehingga bisa mengakses data-data yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu ransomware bisa mengunci dan merusak file korbannya. Dengan cara mengancam dan memeras korbannya, pelaku bisa mendapatkan uang yang cukup banyak. Jika uang yang diberikan sesuai, maka pelaku akan mengembalikan filenya. Ransomware akan tetap tumbuh dan terus meningkat, terlebih lagi perlu waspada perusahaan-perusahaan seperti healthcare dan manufaktur yang memang berbasis digital.

  1. Pencurian menggunakan Malware pada mata Kripto

Serangan digital sekaligus pencurian uang digital akan terus meningkat. Bagi kalian yang menyimpan uang secara digital, terlebih menggunakan kripto sebaiknya perlu berhati-hati, karena bisa dicuri oleh para hacker. Serangan ini bermula pada penyerangan aplikasi kemudian akan menguras habis uang yang tersimpan di kripto.

  1. Aplikasi-aplikasi berbahaya

Di Indonesia banyak pengguna internet yang bermunculan, sehingga tingkat orang menggunakan suatu aplikasi juga akan semakin banyak. Oleh karena itu hal ini menjadi sebuah peluang bagi para hacker untuk menciptakan aplikasi atau menanamkan virus pada aplikasi-aplikasi yang memang memiliki kerentanan untuk bisa diterobos.

Simpulan

Tahun 2022 adalah tahun dimana proses digitalisasi benar-benar sedang dijalankan. Semua orang tanpa terkecuali menggunakan digital dalam bentuk apapun. Kejahatan juga ikut berkembang secara digital untuk bisa mengikuti proses digitalisasi ini. Ada cukup banyak contoh kejahatan siber yang terjadi di Indonesia, dan ada pula prediksi yang akan terus berkembang hingga ke tahun 2023 nanti, diantaranya: ancaman phising, serangan ransomware, pencurian uang digital, dan aplikasi berbahaya. Kita sebagai pengguna digital juga perlu berhati-hati dengan adanya kejahatan siber yang bisa menyerang siapa saja.

Baca artikel kami lainnya mengenai perlindungan dan ancaman digital disini.

Referensi:

http://sistem-komputer-s1.stekom.ac.id/informasi/baca/Ancaman-Kejahatan-Cyber-di-2022/1c2535808f4277367ade06d675958d8a98356e51

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Tren Kejahatan Siber di Akhir 2022 ?