fbpx

Sniffing, Kejahatan Siber yang Selalu Mengawasi

Daftar Isi

Penjelasan Sniffing

Akhir-akhir ini modus kejahatan sniffing semakin marak terjadi pada kalangan masyarakat di Indonesia. Sniffing adalah proses memonitoring (mengawasi) dan capturing (menangkap). Penjelasan lebih mudahnya adalah sama seperti ketika kamu sedang bermain telepon kaleng dengan temanmu di lain sisi. Saat kamu menyampaikan pesan, maka di lain sisi bisa mendengarkannya. Namun apa yang terjadi ketika tanpa disadari ada pihak ke-3 yang memasang tali baru di tengah-tengah tali kalian? Yang jelas dia juga dapat mendengarkan isi dari percakapan kalian. Sama seperti sniffing, inilah yang dilakukan pelaku kejahatan yaitu dengan lancang mendapatkan seluruh informasi milik korbannya.

Media, Tujuan, dan Tipe Sniffing

Aksi kejahatan siber ini bisa dilakukan pada email, kata sandi, website, chatting, dan sebagainya. Sniffing biasa dilakukan oleh orang-orang dengan tujuan untuk mencuri data dan informasi pribadi yang dimiliki seseorang. Kejahatan sniffing sangat memungkinkan untuk memantau aktivitas digital orang lain saja, tapi jika memang ia berniat buruk maka ia akan menggunakan informasi yang diperoleh untuk serangan yang lebih besar. Secara garis besar ada 2 tipe sniffing, yaitu:

  1. Active Sniffing: Media yang di hack bisa dikunci, dipantau, dan bisa diubah. Perubahan yang dilakukan dengan penentuan dari serangan hacker yang diluncurkan. Dengan begini pada tipe active sniffing pelaku bisa mengubah isi dari data dan informasi yang dimiliki oleh korban.
  2. Passive Sniffing: Media yang di hack bisa dikunci, dipantau, tapi tidak bisa dirubah. Berbeda dengan active yang bisa diubah, passive sniffing tidak bisa merubah isi data dan informasi milik korbannya.

Pencegahan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sniffing sehingga kamu tidak akan menjadi korban selanjutnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Metode Ping: metode bisa mengirim sebuah permintaan untuk mengganggu sistem dari sniffer.
  2. Metode ARP: dapat menyimpan dan menangkap ARP (address resolution protocol) sehingga aktivitas sniffing dapat terlacak
  3. On Local Host: bisa digunakan untuk mencari dan melacak perangkat yang sedang terkena serangan
  4. ARP Watch: untuk memicu alarm ketika suatu perangkat terkena serangan
  5. Menggunakan IDS: untuk memantau dan mendeteksi serangan pada jaringan

Solusi

Meskipun ada pencegahan dari kejahatan siber sniffing, perlu dipahami juga bahwa ada kalanya kita semua akan lalai. Kejahatan siber sniffing adalah kejahatan yang selalu mengawasi dan mengintai setiap celah yang akan kita berikan. Dimana ketika kita memberikan celah, maka mereka akan dengan cepat bertindak. Saran dari Minlo adalah untuk selalu berhati-hati dan waspada dengan segala bentuk kejahatan siber, karena zaman semakin modern, bentuk kejahatan juga semakin bervariatif.

Baca artikel kami lainnya mengenai perlindungan dan ancaman digital disini.

Referensi:

greycampus.com

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Sniffing, Kejahatan Siber yang Selalu Mengawasi ?