fbpx

Pengamanan Data Pribadi Perusahaan

Daftar Isi

Kini masyarakat sudah semakin melek dan terbiasa dengan teknologi. Mulai dari berbelanja, bepergian, makanan, hingga bekerja, hampir semuanya menggunakan teknologi. Tapi dibalik kepercayaan masyarakat kepada teknologi, ternyata banyak kejahatan siber yang terjadi. Maka jika kasus buruk terjadi, kira-kira siapa yang akan paling dirugikan dan siapa yang wajib bertanggung jawab?

CONTOH – PERUSAHAAN BERBASIS IT

Banyak perusahaan yang kini berbasis IT dan memanfaatkan teknologi. Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari, sehingga dengan hadirnya teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah, efisien, dan instan. Contoh perusahaan yang berbasis teknologi yang terkenal saat ini di Indonesia adalah Gojek. Gojek adalah aplikasi pemesanan ojek secara online yang bisa didownload oleh masyarakat. Dalam aplikasi Gojek kita akan menemukan begitu banyak fungsi yang mudah digunakan. Misal langkah awal sebelum menggunakan aplikasi kita akan melakukan sign in dengan memasukan nama, nomor telp, password, dan data pribadi sebagainya. Kemudian setelah melakukan log in, kita akan disajikan untuk bisa memesan ojek sesuai dengan titik jemput dan titik pengantaran. Ada beberapa data ojek yang bisa terlihat oleh customer yaitu, nama ojek online, jenis warna mobil, plat mobil, dan rating dari klien. Sementara beberapa data customer yang bisa terlihat oleh ojek adalah nama lengkap, lokasi penjemputan, dan lokasi pengantaran.

PENGELOMPOKAN JENIS DATA 

Dari paparan contoh di atas ada beberapa hal yang disimpulkan yaitu, adanya data yang boleh terlihat dan ada data yang memang tidak bisa ditunjukan kepada orang lain. Yang memiliki wewenang untuk mengetahui data customer dan sang ojek adalah perusahan Gojek itu sendiri. Gojek menjadi media perantara sekaligus wadah bagi orang-orang yang memang membutuhkan jasa aplikasi tersebut. Wewenang Gojek juga termasuk dalam melindungi data-data para penggunanya, baik itu sang ojek dan customer. Data-data yang dimiliki perusahaan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Data yang dapat dipublikasikan
  2. Data biasa
  3. Data rahasia
  4. Data sangat rahasia

Oleh karena itu mengapa perlu adanya pembagian jenis-jenis data seperti contoh di atas agar perusahaan mengetahui batasan-batasan yang perlu diterapkan.

SOLUSI 

Meskipun di Indonesia banyak perusahaan berbasis IT dan memanfaatkan teknologi masih banyak diantaranya masih bingung dengan masalah perlindungan data. Lebih jelasnya berikut beberapa solusi yang bisa dilakukan bagi perusahaan untuk mengamankan data perusahaan, yaitu:

  1. Menyusun dan mengelompokkan data-data apa saja yang dimiliki perusahaan
  2. Mengkategorikan jenis data sesuai dengan tingkat kerahasiaan
  3. Menetapkan hak akses dan tanggung jawab karyawan pemegang data
  4. Meningkatkan pengetahuan SDM mengenai perlindungan data
  5. Menetapkan aturan resmi cara forward email
  6. Membuat SOP mengenai aturan backup data
  7. Membuat surat perjanjian tentang kerahasiaan data perusahaan yang dipegang karyawan agar mereka tidak berusaha untuk dengan sengaja menyebarkan data rahasia yang disimpan perusahaan. Jadi ketika melanggar akan ada bukti perjanjian dan dapat diproses serta diselidiki secara hukum.

SIMPULAN

Zaman akan semakin berkembang begitu juga dengan teknologi. Dimasa depan akan semakin banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan teknologi. Dengan demikian perlu ada juga peningkatan kesadaran serta kemampuan secara intelektual bagi perusahaan melek terhadap perlindungannya. Mulai dari data-data apa saja yang perlu disimpan dengan baik hingga aturan apa saja yang harus diadakan demi keamanan data tersebut. Dengan solusi yang sudah diberikan akan ada jaminan bagi perusahaan untuk terhindar dari kebocoran data yang bisa terjadi secara sengaja maupun ketidaksengajaan.

Baca artikel mengenai IT dan Teknologi lainnya disini.

Referensi:

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Pengamanan Data Pribadi Perusahaan ?