Antivirus terkadang memblokir aplikasi atau file yang sebenarnya aman. Kondisi ini dapat terjadi karena false positive dan bisa menghambat instalasi atau penggunaan aplikasi tertentu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, antivirus bisa dinonaktifkan sementara setelah Anda memastikan file berasal dari sumber tepercaya. Cara mematikan antivirus di laptop dapat berbeda tergantung jenis proteksi yang digunakan.
Artikel DSG kali ini akan membahas langkah menonaktifkan antivirus dengan aman serta cara mengaktifkannya kembali setelah selesai.
Cara Mematikan Antivirus di Laptop
Cara menonaktifkan antivirus di laptop sangat bergantung pada jenis proteksi yang sedang Anda gunakan. Sebelum menonaktifkan, cek terlebih dahulu antivirus yang aktif agar Anda tidak mengubah pengaturan yang salah.
Di laptop Windows, Anda dapat membuka Windows Security > Virus & threat protection untuk melihat status perlindungan perangkat. Setelah mengetahui antivirus yang aktif, ikuti langkah yang sesuai berikut ini.
1. Cara Mematikan Windows Defender
Microsoft Defender merupakan antivirus bawaan Windows. Jika laptop tidak terhubung dengan antivirus lain, Anda bisa menonaktifkan perlindungan real-time melalui Windows Security dengan cara:
- Klik Start, lalu cari dan buka Windows Security.
- Pilih Virus & threat protection.
- Pada bagian Virus & threat protection settings, klik Manage settings.
- Temukan Real-time protection, lalu ubah menjadi Off.
- Klik Yes jika muncul konfirmasi User Account Control (UAC).
Saat Real-time protection dinonaktifkan, file yang dibuka atau diunduh tidak akan diperiksa secara real time. Microsoft Defender bisa mengaktifkan fitur tersebut kembali secara otomatis setelah beberapa waktu.
Jika Real-time protection tidak dapat dinonaktifkan, periksa Tamper Protection pada halaman yang sama. Fitur ini melindungi pengaturan keamanan dari perubahan yang tidak diinginkan dan pada kondisi tertentu perlu dinonaktifkan terlebih dahulu.
Aktifkan kembali Tamper Protection setelah selesai. Jika pengaturan dikunci pada laptop perusahaan, hubungi tim IT agar tidak melanggar kebijakan keamanan yang diterapkan perusahaan.
Baca Juga : 7 Cara Mengatasi Windows Defender Tidak Bisa Dibuka [2026]
2. Mematikan Antivirus Pihak Ketiga
Selain Microsoft Defender, laptop dapat menggunakan antivirus lain seperti Kaspersky, Bitdefender, Avast, ESET, Norton, atau McAfee.
Setiap antivirus memiliki menu dan pengaturan berbeda. Berikut beberapa contoh cara menonaktifkan antivirus pihak ketiga untuk sementara.
A. Cara mematikan antivirus Kaspersky
- Klik kanan ikon Kaspersky pada area notifikasi di taskbar.
- Pilih Pause protection.
- Tentukan durasi penonaktifan yang dibutuhkan.
- Klik Pause protection untuk mengonfirmasi.
B. Cara mematikan antivirus Bitdefender
- Buka aplikasi Bitdefender.
- Pilih menu Protection.
- Pada bagian Antivirus, klik Open.
- Buka tab Advanced.
- Nonaktifkan Bitdefender Shield.
- Pilih durasi penonaktifan, lalu konfirmasi.
C. Cara mematikan Antivirus Avast
- Klik kanan ikon Avast pada area notifikasi di taskbar.
- Pilih Manage Shields.
- Tentukan durasi penonaktifan proteksi.
- Klik OK, Stop untuk mengonfirmasi.
Nama dan lokasi menu dapat berbeda sesuai dengan versi antivirus yang digunakan.
Jika antivirus Anda tidak tercantum di atas, ikuti panduan terbaru melalui website resmi vendor antivirus tersebut.
Pilih opsi penonaktifan sementara jika tersedia dan gunakan durasi sesingkat mungkin. Setelah instalasi atau troubeshooting selesai, aktifkan kembali antivirus yang ada.
Periksa Hal Ini Sebelum Mematikan Antivirus
Sebelum mematikan antivirus, pastikan terlebih dahulu file atau aplikasi yang diblokir memang aman. Peringatan yang muncul bisa menunjukkan adanya ancaman, meskipun dalam beberapa kasus dapat terjadi false positive.
Anda dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Periksa sumber file. Pastikan aplikasi berasal dari website resmi vendor, portal perusahaan, atau distributor tepercaya.
- Baca informasi deteksi. Periksa apakah antivirus menemukan ancaman tertentu atau memberikan peringatan lain terkait file tersebut.
- Periksa publisher dan digital signature. Klik kanan file, pilih Properties, lalu lihat Digital Signatures jika tersedia. Pastikan publisher sesuai dengan pengembang aplikasi.
- Jangan hanya mengandalkan nama file. Nama installer atau logo aplikasi tidak membuktikan bahwa file berasal dari pengembang resmi.
- Hindari software bajakan atau crack. File yang telah dimodifikasi pihak lain memiliki risiko lebih tinggi membawa malware atau kode berbahaya.
- Perhatikan perangkat perusahaan. Jangan menonaktifkan proteksi atau mengunggah file internal ke layanan pemindaian publik tanpa persetujuan tim IT.
Gunakan Exclusion untuk File yang Sudah Diverifikasi
Jika antivirus terus memblokir file yang sudah dipastikan aman, Anda tidak harus menonaktifkan seluruh proteksi. Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah exclusion atau pengecualian antivirus.
Exclusion adalah pengaturan yang membuat antivirus melewati pemindaian pada file, folder, jenis file, atau proses tertentu. Proteksi tetap berjalan pada bagian lain di perangkat. Karena itu, exclusion lebih sesuai jika masalah hanya terjadi pada item tertentu.
Pada Microsoft Defender, exclusion dapat ditambahkan melalui langkah berikut:
- Buka Windows Security.
- Pilih Virus & threat protection.
- Klik Manage settings pada bagian Virus & threat protection settings.
- Gulir ke bagian Exclusions.
- Pilih Add or remove exclusions.
- Klik Add an exclusion.
- Pilih File, Folder, File type, atau Process sesuai kebutuhan.
- Tentukan item yang ingin dikecualikan.
Untuk perangkat milik perusahaan, sebaiknya libatkan tim IT untuk pembuatan exclusion. Jika aplikasi internal terus terdeteksi, tim bisa memeriksa penyebabnya dan memastikan aplikasi aman sebelum membuat pengecualian. Antivirus pun tetap aktif tanpa mengganggu penggunaan aplikasi yang sudah ada.
Cara Mengaktifkan Antivirus Kembali
Proteksi antivirus sebaiknya segera diaktifkan setelah kebutuhan penonaktifan selesai. Cara mengaktifkan Microsoft Defender kembali tidak jauh berbeda dari proses sebelumnya.
Ikuti langkah berikut:
- Buka Windows Security.
- Pilih Virus & threat protection.
- Klik Manage settings.
- Ubah Real-time protection menjadi On.
- Kembali ke menu Virus & threat protection.
- Jalankan Quick scan jika diperlukan.
Pengguna antivirus pihak ketiga dapat membuka kembali aplikasinya dan memilih Enable protection, Resume protection, atau opsi sejenis.
Periksa dashboard antivirus setelah mengaktifkannya. Pastikan aplikasi menunjukkan bahwa proteksi perangkat telah aktif kembali.
Kelola Proteksi Antivirus Perusahaan secara Terpusat
Menonaktifkan antivirus sementara pada laptop pribadi mungkin tidak menjadi masalah jika file sudah dipastikan aman dan proteksi segera diaktifkan kembali. Namun, Anda perlu lebih berhati-hati jika menggunakan laptop kantor atau perangkat yang digunakan untuk mengakses sistem perusahaan.
Pengaturan keamanan pada perangkat kerja biasanya mengikuti kebijakan perusahaan dan dapat dikelola oleh tim IT. Karena itu, antivirus yang tidak bisa dinonaktifkan atau aplikasi yang diblokir sebaiknya tidak langsung diatasi dengan mengubah pengaturan sendiri.
Jika mengalami kondisi tersebut, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Periksa kebijakan penggunaan perangkat. Perusahaan mungkin membatasi perubahan pada antivirus dan pengaturan keamanan lainnya.
- Laporkan aplikasi yang diblokir kepada tim IT. Tim dapat memeriksa apakah file memang berbahaya atau mengalami false positive.
- Hindari membuat exclusion tanpa pemeriksaan. Pengecualian sebaiknya diberikan setelah file atau aplikasi dipastikan aman.
- Jangan mencoba melewati pengaturan yang dikunci. Pembatasan tersebut dapat diterapkan untuk menjaga konfigurasi keamanan perangkat perusahaan.
Mengatur antivirus satu per satu juga menjadi kurang praktis ketika perusahaan memiliki banyak perangkat. Tim IT perlu memastikan proteksi tetap aktif, memperbarui kebijakan, hingga menangani deteksi keamanan pada laptop yang berbeda.
Kebutuhan tersebut dapat dikelola melalui endpoint security, yaitu solusi keamanan untuk melindungi dan mengelola perangkat yang terhubung ke sistem perusahaan, seperti laptop, komputer, dan perangkat kerja lainnya. Tim IT dapat memantau kondisi perangkat dan menerapkan kebijakan keamanan dari pengelolaan yang lebih terpusat.
Digital Solusi Grup (DSG) menyediakan solusi endpoint security yang dapat disesuaikan dengan jumlah perangkat, lingkungan IT, dan kebutuhan keamanan perusahaan. Tim DSG juga dapat membantu menentukan solusi yang sesuai agar perlindungan perangkat lebih mudah dikelola.
Konsultasikan kebutuhan keamanan perangkat perusahaan Anda bersama tim DSG.
FAQ Seputar Cara Mematikan Antivirus di Laptop
Di mana letak antivirus di laptop?
Jika menggunakan antivirus bawaan Windows, cari Windows Security lewat menu Start. Pengaturan antivirus berada di bagian Virus & threat protection. Antivirus tambahan seperti Avast atau Kaspersky biasanya juga memiliki aplikasi tersendiri.
Kenapa Windows Defender tidak bisa dimatikan?
Salah satu penyebabnya adalah Tamper Protection yang masih aktif. Pada laptop kantor, pengaturan antivirus juga bisa dikunci oleh tim IT sehingga pengguna memang tidak dapat mengubahnya sendiri.
Bagaimana cara mematikan virus di laptop?
Virus bukan untuk dimatikan, tetapi dihapus atau dikarantina. Jika laptop terdeteksi terkena virus, jalankan pemindaian antivirus dan periksa hasil deteksinya sebelum mengambil tindakan.
Bagaimana cara mematikan antivirus Avast?
Klik kanan ikon Avast di area notifikasi Windows, kemudian pilih Manage Shields. Anda dapat menentukan berapa lama proteksi akan dihentikan dan mengaktifkannya kembali setelah selesai.



















