Jasa Pentest Android Profesional Berstandar OWASP

Jasa Pentest Android

Daftar Isi

Melihat jumlah unduhan aplikasi Android yang meningkat di Google Play Store menjadi pencapaian yang membanggakan. Angka ini bisa menjadi bukti bahwa bisnis Anda berkembang pesat dan semakin dipercaya oleh masyarakat. 

Namun, muncul tanggung jawab baru yaitu memastikan seluruh data milik pengguna benar-benar aman. Jika sistem keamanan aplikasi kurang kuat, jumlah pengguna yang banyak ini justru berubah menjadi bumerang bagi kelangsungan bisnis. 

Celah sekecil apa pun bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membobol sistem dan mencuri data konsumen Anda. 

DSG menghadirkan jasa pentest Android profesional berstandar OWASP untuk membantu perusahaan Anda menutup celah keamanan tersebut sebelum dieksploitasi oleh pihak luar. 

Lewat artikel ini, kami akan membantu Anda memahami bagaimana pentest bisa membantu aplikasi Android untuk tetap aman. Mari kita bahas bersama-sama!

Mengapa Keamanan Aplikasi Android Wajib Menjadi Prioritas Utama Bisnis Anda

Saat ini banyak perusahaan yang meluncurkan aplikasi di platform Android, mulai dari aplikasi pengantaran, perbankan, e-commerce, hingga toko pribadi. Dengan adanya aplikasi Android, jangkauan pasar bisa lebih luas. Namun, di balik potensi bisnis yang besar, terdapat risiko keamanan siber yang tidak boleh diabaikan.

Berdasarkan laporan dari Cybernews, hampir satu juta aplikasi Android mengalami kebocoran data akibat pengamanan kode yang buruk. Total data yang bocor dari seluruh aplikasi tersebut bahkan mencapai angka 700 terabyte!

Selain kebocoran data, ini dua hal yang juga perlu diperhatikan: 

1. Tingginya Risiko Ekosistem Android karena Fragmentasi OS dan Open Source

Ekosistem aplikasi Android berjalan di atas sistem operasi terbuka. Sifat open source ini memudahkan para pengembang untuk berinovasi, tetapi di sisi lain ada celah yang dipelajari oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Selain itu, tidak semua pengguna rutin memperbarui sistem operasi mereka ke versi paling aman. Akibatnya, file APK yang diunduh ke perangkat customer sangat rentan terhadap teknik reverse engineering. Peretas pun bisa membongkar kode sumber untuk mencari kredensial tersembunyi atau kunci API yang tertanam di dalamnya.

Baca Juga : Pentest Mobile App: Menguji Keamanan Aplikasi Android & iOS

2. Dampak Finansial dan Reputasi Akibat Kebocoran Data

Ketika sebuah aplikasi berhasil dieksploitasi, maka data sensitif seperti informasi pribadi, detail transaksi keuangan, hingga riwayat aktivitas pengguna dapat diperjualbelikan di forum ilegal. 

Hal ini tentu berbahaya dan customer akan meragukan keamanan aplikasi Anda dan berujung pada rusaknya reputasi perusahaan. Selain kerugian reputasi, perusahaan yang mengalami insiden kebocoran data juga harus berurusan dengan regulasi seperti UU ITE hingga UU Perlindungan Data Pribadi

Pelanggaran terhadap perlindungan data ini dapat berujung pada denda yang fantastis hingga penghentian operasional bisnis secara total.

Oleh karena itu, pastikan aplikasi Anda selalu aman dengan menjadwalkan pengujian bersama jasa pentest Android profesional dari DSG secara rutin.  

Apa Saja yang Diuji dalam Jasa Pentest Android

Melakukan penetration testing pada aplikasi Android membutuhkan ketelitian tinggi karena arsitekturnya yang kompleks. Pengujian ini juga wajib mengacu pada standar global yang diakui industri siber seperti OWASP Mobile Application Security Testing Guide atau OWASP MASTG. 

Standar ini memastikan setiap celah potensial yang bisa dieksploitasi oleh peretas akan diperiksa secara menyeluruh. Lalu apa saja yang akan diuji dari Android pentest? 

1. Analisis Statis atau Static Application Security Testing

Analisis statis merupakan proses pemeriksaan yang dilakukan langsung pada blueprint sebuah aplikasi tanpa harus menjalankannya terlebih dahulu. Pentester akan membongkar file APK untuk melihat struktur kode sumber di dalamnya. 

Tujuannya untuk mendeteksi kelemahan yang sering tidak disadari oleh tim pengembang. Contohnya seperti hardcoded API keys, kredensial admin yang tertinggal, algoritma kriptografi yang sudah usang, serta konfigurasi Android Manifest yang terlalu longgar.

2. Analisis Dinamis atau Dynamic Application Security Testing

Setelah analisis statis selesai, pengujian berlanjut ke analisis dinamis di mana aplikasi akan dijalankan langsung pada perangkat khusus atau emulator. 

Pentester akan bertindak penyerang yang mencoba memanipulasi aplikasi saat sedang berjalan di memori perangkat. Proses ini menguji kekuatan enkripsi penyimpanan, kemampuan aplikasi dalam mendeteksi perangkat yang telah di-root, bypass autentikasi biometrik, serta ketahanan aplikasi terhadap serangan runtime injection.

3. Keamanan API dan Komunikasi Jaringan

Aplikasi Android selalu berkomunikasi dengan server backend untuk memproses data pengguna. Jalur komunikasi ini menjadi target empuk peretas jika tidak dilindungi dengan benar. 

Sektor API dan jaringan ini harus diuji untuk memastikan lalu lintas data yang keluar dan masuk telah terenkripsi menggunakan protokol SSL atau TLS terbaru. Pentester juga mencoba melakukan serangan Man in the Middle untuk memastikan bahwa proteksi SSL Pinning telah diimplementasikan sempurna agar data tidak bisa disadap.

4. Manajemen Sesi dan Otentikasi

Bagian terakhir adalah memastikan sistem pengenalan identitas pengguna bekerja dengan aman. Pengujian ini fokus mengecek bagaimana aplikasi mengelola token digital seperti JWT setelah pengguna berhasil masuk ke akun mereka. 

Pentester akan mencari celah keamanan pada alur login, kerentanan pada fitur reset password, hingga pengujian mendalam terhadap Insecure Direct Object Reference. Tujuannya untuk memastikan pengguna tidak bisa melihat atau memanipulasi data milik pengguna lain hanya dengan mengubah parameter ID.

Baca Juga : Manual vs Automated Pentesting, Mana yang Lebih Efektif?

Metode Penetration Testing yang Digunakan untuk Menguji Aplikasi Android

Untuk menghasilkan laporan audit yang akurat dan mencakup seluruh potensi ancaman, pengujian harus dilakukan dari berbagai sudut pandang. DSG sebagai jasa pentest Android berpengalaman menerapkan tiga metode untuk mensimulasikan skenario serangan yang mungkin dihadapi oleh aplikasi Android Anda.

1. Black Box Testing 

Metode pengujian di mana tim ahli DSG bertindak sebagai peretas luar. Pentester tidak dibekali informasi apa pun mengenai kode sumber ataupun arsitektur infrastruktur aplikasi Anda. Metode ini sangat efektif untuk menguji sejauh mana sistem pertahanan perimeter aplikasi Anda mampu menahan serangan acak yang biasa terjadi di dunia maya.

2. Grey Box Testing

Metode pentest apk android kedua dilakukan dengan memberikan akses terbatas kepada pentester. Biasanya dengan menyediakan akun pengguna biasa atau akses ke dokumentasi API tertentu. 

Metode ini mensimulasikan serangan yang dilakukan oleh pengguna terdaftar yang mencoba menyalahgunakan hak akses mereka untuk menembus area sensitif yang seharusnya terlarang.

3. White Box Testing

Metode dengan tingkat pengujian menyeluruh karena pentester diberikan akses penuh terhadap arsitektur jaringan hingga seluruh baris kode sumber aplikasi. Dengan metode ini, tim DSG dapat menyisir celah keamanan sekecil apa pun di lapisan terdalam kode yang sering luput dari deteksi pemindaian otomatis. 

Berapa Biaya Jasa Pentest Android di Indonesia

Pertanyaan ini penting karena menentukan anggaran sering menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan karena tidak ada harga jasa pentes tunggal yang berlaku untuk semua jenis aplikasi. 

Biaya layanan bersifat kustom dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kompleksitas dari sistem yang Anda miliki.

Ada beberapa komponen utama yang mempengaruhi biaya audit keamanan aplikasi Android di pasar Indonesia:

  • Kompleksitas Fitur Aplikasi: Aplikasi dengan fitur sederhana seperti katalog produk akan memiliki biaya yang berbeda dengan aplikasi finansial yang memiliki sistem autentikasi berlapis serta fitur transaksi real-time.
  • Jumlah Endpoint API: Semakin banyak jalur komunikasi data antara aplikasi Android dan server backend, semakin luas pula area pengujian yang harus diperiksa oleh tim security engineer.
  • Metode Pengujian yang Dipilih: Metode White Box Testing yang melibatkan review kode sumber secara manual umumnya membutuhkan waktu dan keahlian yang lebih mendalam dibandingkan dengan Black Box Testing.

Secara umum, estimasi nilai investasi untuk jasa pentest profesional di Indonesia berkisar mulai dari puluhan juta rupiah untuk aplikasi skala menengah, hingga ratusan juta rupiah untuk aplikasi berskala enterprise dengan ekosistem infrastruktur yang kompleks.

Mengapa Memilih Jasa Pentest Android DSG

Di tengah banyaknya penyedia jasa audit siber, DSG hadir dengan komitmen untuk memberikan layanan yang bisa berdampak nyata bagi kelangsungan bisnis Anda. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda:

1. Tim Ahli Bersertifikasi Internasional

Seluruh rangkaian pengujian pada aplikasi Android Anda akan ditangani langsung oleh praktisi keamanan siber yang memiliki reputasi dan sertifikasi global Certified Ethical Hacker, serta sertifikasi khusus mobile security lainnya.

2. Kepatuhan Regulasi dan Standar Global

Layanan kami dirancang untuk membantu perusahaan Anda memenuhi berbagai regulasi yang berlaku di Indonesia. Output laporan kami dapat digunakan sebagai pemenuhan syarat kepatuhan terhadap standar ISO 27001, regulasi dari BSSN, ketentuan Bank Indonesia atau OJK untuk sektor fintech, serta pematuhan undang-undang Perlindungan Data Pribadi.

Jangan menunggu sampai insiden kebocoran data terjadi dan merugikan bisnis Anda. Silahkan jadwalkan konsultasi gratis dengan tim security engineer kami untuk bantu  memetakan risiko dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. 

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.

Picture of Nadia Kamila

Nadia Kamila

Hi, I'm Nadia Lidzikri Kamila, an SEO Content Writer specializing in cybersecurity and digital security. Focused on creating well-researched content on malware, ransomware, antivirus solutions, and data protection to help users stay safe in the digital world.