fbpx

Proses Penetration Testing

Proses Penetration Testing

Daftar Isi

Seperti yang sudah diketahui, fungsi dari penetration testing adalah untuk mengetahui celah keamanan dari pertahanan digital perusahaan.

Setelah mengetahui seberapa dalam celah keamanan perusahaan bisa ditembus, maka sang pentester (orang yang melakukan penetration testing) akan memperbaiki celah tersebut. Bisa dikatakan jika semakin ahli sang pentester, akan semakin tinggi pula kemungkinan celah bisa ditemukan.

Pada penerapannya, proses penetration testing akan berjalan melalui 5 tahapan proses yang cukup rumit. Tapi pada artikel ini akan kami bagikan dengan penjelasan sederhana yang mudah untuk dimengerti.

Proses Penetration Testing

Tahapan Penetration Testing
Sumber : freepik.com

Dalam melakukan penetration testing terdapat lima proses tahapan yang harus dilakukan oleh pentester, diantaranya:

1. Planning dan Reconnaissance

Langkah yang paling awal adalah menentukan ruang lingkup, tujuan pengujian, sistem seperti apa yang akan ditangani, dan baru memutuskan menggunakan metode apa yang cocok sesuai dengan kondisi keamanan perusahaan.

Setelah hal itu dilakukan maka pentester perlu mengumpulkan informasi teknis digital perusahaan, seperti informasi jaringan, informasi domain, server, cara kerja, dan alur sistem device yang digunakan. Setelah tahap ini telah diselesaikan barulah menuju ke tahap ke-2, yaitu scanning.

2. Scanning

Langkah scanning adalah memindahkan target yang sudah ditetapkan di awal menggunakan tools yang ada. Hal ini dilakukan untuk menemukan celah keamanan agar pentester bisa masuk kedalam sistem jaringan perusahaan.

Tools yang dapat digunakan oleh seorang pentester cukup banyak pilihannya, diantaranya Nmap, Metasploit, Wireshark, John The Ripper, Hashcat, Hydra, Burp Suite, Zed Attack Proxy, Sqlmap, Hping, dan Aircrack-Ng.

Baca Juga : Mengulas Penetration Testing Tools yang Terbaik

3. Gaining Access

Setelah menemukan celah jaringan yang ada, selanjutnya pentester akan berusaha untuk menerobos masuk melalui celah tersebut. Jika berhasil memasuki celah tersebut maka pentester akan mengeksploitasinya untuk mencuri data-data yang bisa diambil. Misalnya saja seperti mengambil akun administrator, data-data privasi perusahaan, dan lain sebagainya.

4. Maintaining Access

Selanjutnya jika pentester dapat menemukan celah dan mengetahui seberapa dalam celah tersebut dapat ditembus, maka ia harus memastikan bahwa celah yang ditemukan dapat ditutup dengan aman. Hal ini tentunya bertujuan untuk memperbaiki sistem jaringan komputer perusahaan agar dapat kembali menjadi aman.

5. Analysis

Langkah terakhir yang dilakukan adalah dengan membuat laporan yang diserahkan kepada perusahaan. Laporan tersebut meliputi, celah keamanan yang ditemukan, data apa saja yang dapat dicuri, dan waktu yang digunakan. Setelah laporan keluar, barulah akan diskusi mengenai resiko apa saja yang dapat ditimbulkan dari level keamanan perusahaan. Kemudian pentester juga perlu menjelaskan bagaimana cara menutup celah keamanan tersebut.

Saat ini cukup banyak perusahaan besar yang menggunakan jasa dari penetration testing. Apalagi mengingat bahwa saat ini kejahatan digital cukup marak dan sering mengincar perusahaan-perusahaan besar yang pastinya lebih menguntungkan mereka dengan skala yang lebih besar.

Dengan hadirnya jasa penetration testing, tentu saja akan sangat membantu perusahaan tersebut memiliki persiapan keamanan yang matang dan tidak mudah ditembus oleh hacker.

Bagi yang membutuhkan jasa penetration testing untuk perusahaan/bisnis yang sedang dijalankan, bisa menghubungi melalui kontak nomor kami di 081-233-345-119.

Baca Juga : Cara Pentest Website untuk Keamanan Maksimal

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang Proses Penetration Testing ?