fbpx

6 Alasan Bikin Situs Web Kalian Diretas

Daftar Isi

Internet & Website Indonesia

Beberapa badan perusahaan di dunia termasuk di Indonesia aktif menggunakan situs website sebagai salah satu strategi digital merketing yang sedang dijalankan. Memang tidak bisa dipungkiri karena saat ini begitu banyak orang mulai beralih ke dunia digital. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga pokok, digital secara perlanhan memberikan efek biusan yang semakin lama akan semakin berdampak. Fenomena ini merubah segala yang serba konvensional menjadi serba digital, termasuk dalam maraknya internet dan situs website.

Situs website adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi teks, animasa, gambar, suara atau gabungan dari semuanya yang tersusun menjadi satu-kesatuan. Selama internet masuk di Indonesia, kejahatan siber peretasan website sudah banyak terjadi. Misalnya saja melihat dari kasus yang baru saja terjadi adalah bocornya database kejaksaan agung RI, peretasan website BPJS Kesehtaan, bocornya data asuransi jiwa BRI Life, dan masih banyak lainnya. Melihat dari urgensi bahwa banyaknya situs website yang mendapatkan ancaman serangan siber maka akan dibahas pada artikel ini mengenai 6 alasan mengapa situs website memliki celah dan dapat diretas.

Alasan Situs Website di Retas

  1. Hosting yang kurang memumpuni

Hosting adalah layanan untuk mengaktifkan situs website secara online dan setiap hosting dipagari oleh sistem keamanan yang berbeda-beda. Misalnya jenis shared hosting, karena kapasitas yang dimiliki kecil makan fitur keamanan yang disediakan juga terbatas sehingga hacker mudah untuk menyerang situs tersebut.

  1. Kata sandi situs website yang terlalu mudah

Meskipun sudah memiliki alamat website yang profesional, bukan berati peretas akan mengabaikannya. Masih banyak cara yang bisa dilakukan hacker untuk menyusup melalui celah-celah yang bisa ditemukan. Salah satu celah yang bisa ditemukan adalah kata sandi yang lemah pada website. Hacker kemungkinan akan melakukan trial dan eror hingga pada akhirnya bisa menebak kata sandi yang mudah tersbut.

  1. Menggunakan email dengan domain gratis

Salah satu cara untuk membuat website adalah menggunakan email. Itulah cara hacker melakukan hack pada akun email terlebih dahulu sehingga masuk ke dalam website yang dimiliki.

  1. Jarang maintenance situs web

Website yang digunakan dari waktu ke waktu akan memiliki celah keamanan. Beberapa orang hanya berpikir jika membuat website saja tanpa memikirkan pemeliharaan yang perlu dilakukan.

  1. Sistem keamanan yang biasa saja

Hacker akan menargetkan situs webiste yang lemah. Contohnya seperti kurangnya sistem keamanan jaringan website access control, autentikasi, integritas, ketersediaan data, dan sebagainya. Sistem keamanan sangat diperlukan karena untuk mencegah ancaman, mendeteksi, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sistem.

  1. Kesalahan dalam kode saat saat membuat situs website

Keamanan situs website yang dibangun pada awalnya akan bergantung pada keahlian sang programmer. Programmer akan mendapatkan kode dari pihak ketiga sebagai referensi kode yang bisa digunakan. Jadi tak heran apabila apabila melalui kode tersbeut terciptalah celah.

Simpulan

Hampir seluruh perushaan di Indonesia memiliki situs website dan tidak hanya itu ancaman siber yang menyerang website juga semakin meningkat. Ada 6 alasan mengapa situs website mudah diretas oleh hacker, diantaranya ada hosting yang kurang memumpuni, kata sandi situs website yang terlalu mudah, menggunakan email dengan domain gratis, jarang maintenance situs web,  sistem keamanan yang biasa saja,  dan kesalahan dalam kode saat saat membuat situs website. Bagi siapapun yang memiliki situs website, cobalah untuk lebih memperhatikan ke-6 hal diatas.

Baca artikel kami lainnya mengenai perlindungan dan ancaman digital disini.

Referensi:

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220618152119-37-348229/7-pengertian-website-menurut-ahli-lengkap-jenis-fungsinya

Konsultasi Sekarang!!
Butuh Bantuan ?
Halo !
Ada yang bisa kami bantu tentang 6 Alasan Bikin Situs Web Kalian Diretas ?